Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Bupati Sadewo Sorot Kasus Pernikahan Dini di Banyumas

Bupati Sadewo menekankan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas. 

Pemkab Banyumas.
HARI ANAK - Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Kabupaten Banyumas yang digelar di halaman GOR Satria Purwokerto, Selasa (29/7/2025). Bupati menyoroti tingginya angka pernikahan dini dan menegaskan perlunya intervensi edukatif di daerah-daerah dengan kasus tinggi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyoroti tingginya angka pernikahan dini dan menegaskan perlunya intervensi edukatif di daerah-daerah dengan kasus tinggi. 


Hal ini ia sampaikannya dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Kabupaten Banyumas yang digelar di halaman GOR Satria Purwokerto, Selasa (29/7/2025).


"Kita tidak boleh tinggal diam. 


Kita harus lindungi masa depan anak-anak kita," ujar Sadewo di hadapan peserta acara.


Peringatan Harganas dan HAN tahun ini mengangkat tema 'Dari Keluarga untuk Indonesia Maju dan Anak Hebat, Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045'. 


Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas ini dihadiri Wakil Bupati Banyumas Lintarti, Kepala BKKBN Jawa Tengah Eka Sulistya, Kepala DPPKBP3A Banyumas Krisianto, Ketua TP PKK Ny. Eni Sadewo, serta tamu undangan lainnya.


Bupati Sadewo menekankan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas. 


"Keluarga yang sehat, harmonis, dan peduli akan melahirkan generasi yang siap menyongsong masa depan. 


Melalui program Genre, kita bekali remaja agar menjauhi pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba," katanya sebagaimana dalam rilis. 

Baca juga: Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat, 2.071 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Candi 2025 di Banyumas


Kepala BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistya mengapresiasi Banyumas yang dinilai sukses menjalankan program-program prioritas Kementerian seperti Genting (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gerakan Ayah Teladan, Lansia Berdaya, hingga Super Apps. 


"Partisipasi keluarga dalam program KB di Banyumas sudah mencapai 64 persen, dengan angka unmet need hanya 9,6 persen. 


Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Banyumas," kata Eka.


Acara berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan.


Mulai dari pelayanan kesehatan gratis, penampilan tari tradisional anak-anak disabilitas, penyematan selempang Ayah Bunda Genre Sobat GenRe Banyumas, lomba dongeng, hingga pemberian penghargaan kepada keluarga dan anak-anak berprestasi.


Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan untuk 10 kecamatan inisiator Program Genting, tiga SMA Siaga Kependudukan Paripurna, serta apresiasi PIK Remaja kepada SMKN 1 Purwokerto.


Sebagai Ayah dan Bunda Genre Banyumas, Sadewo bersama istrinya Eni Sadewo berkomitmen memperkuat edukasi remaja dan sinergi lintas sektor. 


"Saya berharap seluruh elemen masyarakat bersatu mewujudkan keluarga Banyumas yang tangguh dan anak-anak yang siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya. (jti) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved