Berita Jateng
Potret Wisuda Terakhir, D3 Akuntansi Undip Kampus Pekalongan Ditutup
Sebanyak 29 wisudawan dan wisudawati dari program tersebut mengikuti prosesi kelulusan di kampus utama Undip.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN- Wisuda Universitas Diponegoro (Undip) digelar pada Senin (28/7/2025), termasuk untuk program Diploma III Akuntansi Kampus Pekalongan (PSDKU) yang menjadi angkatan terakhir karena program studi tersebut telah resmi ditutup.
Sebanyak 29 wisudawan dan wisudawati dari program tersebut mengikuti prosesi kelulusan di kampus utama Undip.
Dari deretan wisudawan, satu kelompok mahasiswa mencuri perhatian.
Mereka adalah Raeni Putri Sari, Tasya Bria Istiqomah, Ulvy Siti Lutfiah, Indira Maharani, dan Muhammad Nur Zaid Wiratama. Kelima mahasiswa ini sukses mencatatkan lima karya intelektual yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebelum mereka diwisuda.
Raeni, sang ketua kelompok, bukan hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga merupakan juara 1 atlet Taekwondo tingkat Provinsi Jambi. Ia mengaku ide untuk mendaftarkan karya ke HKI muncul saat mengikuti program magang di sebuah Kantor Akuntan Publik di Bandung.
"Saya terinspirasi ketika magang di Kantor Akuntan Publik di Bandung. Ternyata banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara akademik dan profesional untuk didaftarkan HKI-nya. Maka, saya ajak teman-teman yang satu pemikiran untuk berkarya bersama," ujar Raeni.
Meski baru lulus dari jenjang D3, mereka berkomitmen untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana sambil bekerja. Menurut mereka, kawasan industri yang berkembang di Jawa Tengah membuka peluang besar bagi lulusan akuntansi.
Baca juga: Hasil Otopsi Ungkap Penyebab Tewasnya Pria Terikat Tali dalam Jurang di Pati, Pelaku Teridentifikasi
Capaian ini mendapat apresiasi dari pihak program studi. Kepala Program Studi D3 Akuntansi Kampus Pekalongan, M. Wildan Sholih, menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa-mahasiswa tersebut.
"Kami sangat bersyukur, beberapa mahasiswa lulus dengan memiliki karya yang telah di-HKI-kan. Semoga mereka terus berkarya dan mengharumkan nama baik almamater," ujar Wildan.
Ia juga mendorong para lulusan untuk melanjutkan studi dan tetap berinovasi.
“Banyak hal yang bisa dikembangkan dari bekal selama D3 ini. Misalnya, pengembangan aplikasi laporan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM,” tutup Wildan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.