Berita Jateng
Fenomena Langka Wilayah Boja Kendal Diguyur Hujan Es Batu
serpihan kecil seperti butiran es batu juga nampak berserakan di halaman rumah-rumah warga hingga ke jalanan.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Video bernarasi hujan es mengguyur wilayah di Kecamatan Boja dan sekitarnya viral di media sosial.
Dalam video terlihat, serpihan kecil seperti butiran es batu juga nampak berserakan di halaman rumah-rumah warga hingga ke jalanan.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin cukup kencang itu pun, membuat sejumlah pengendara sepeda motor menepi menghindari guyuran hujan es batu.
Pada video lain, nampak rumah warga beratap seng dan asbes terdengar bunyi layaknya dihujani kerikil akibat tertimpa butiran es batu berukuran sebiji jagung.
"Hujan es lur, lokasi di sekitaran Boja Kabupaten Kendal. Pertanda apakah ini bolo," kata salah satu pengunggah di Facebook, Minggu (27/7/2025).
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Giyarto mengkonfirmasi bahwa sore ini wilayah Kecamatan Boja dan sekitarnya memang diguyur hujan es batu.
Dari citra satelit yang ia paparkan, terdapat warna merah tergambar di wilayah Kendal bagian atas.
"Di sekitar wilayah Boja Kabupaten Kendal warnanya merah. Itu menunjukkan adanya hujan es," terangnya.
Giyarto menerangkan, hujan es batu ditengarai akibat aktifnya gelombang atmosfer Rossby di wilayah Pulau Jawa.
Hal itu membuat suhu permukaan air laut di Laut Jawa menjadi hangat, dan berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah.
"Bukan bahasa awam, tapi secara awam dikarenakan pengaruh gelombang atmosfer, SST/suhu muka laut, dan kelembapan lapisan bawah tinggi," ungkapnya.
Baca juga: Warga Pesaren Kendal Merasa Ditipu Usai Lahan Diklaim Perusahaan, Bupati Turun Tangan
Ia melanjutkan, gelombang atmosfer juga berpengaruh membuat hujan dengan beragam intensitas. Terlebih jika daerah di sekitarnya kering, maka berpotensi menimbulkan hujan es batu.
"Jika itu lebat dengan sekelilingnya kering ataupun enggak hujan. Malah berpotensi hujan es," terangnya.
Selain itu, Giyarto memaparkan tingkat kelembapan udara di berbagai ketinggian saat ini cenderung basah.
Sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Hujan-es-kendal.jpg)