Berita Purbalingga

Dua Anak Yatim Penderita Cerebral Palsy di Bobotsari Purbalingga Akhirnya Diperhatikan Pemerintah

Perjuangan Sumiati pun terasa semakin berat begitu suaminya meninggal dunia pada tahun 2017. Ia pun harus menjalani perjuangan ini seorang diri

Farah Anis Rahmawati
Ibu Sumiati — Sumiati, seorang ibu sekaligus orang tua tunggal bagi kedua anaknya Alisah dan Desnia yang menderita kelainan syaraf saat menceritakan perjuangannya merawat kedua anaknya, di kediamannya di RT 3 RW 4, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Kamis (24/7/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Berjuang tanpa mengenal lelah, terus dilakukan oleh Sumiati (51), warga Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, untuk merawat kedua anaknya yang harus mendapatkan perhatian khusus. 


Kedua anaknya, Alisah Nur Islamiyah (16) dan Desnia Nur Umairoh (10) didiagnosa oleh dokter mengalami kelainan syaraf sejak usia mereka memasuki lima bulan. Sejak mengetahui hal tersebut perjuangan Sumiati dan suaminya pun dimulai, berbagai pengobatan medis hingga pengobatan tradisional sudah diupayakan, namun belum membuahkan hasil. 


Perjuangan Sumiati pun terasa semakin berat begitu suaminya meninggal dunia pada tahun 2017. Ia pun harus menjalani perjuangan ini seorang diri, sebagai ibu sekaligus ayah bagi kedua anaknya. 


Sempat merasa kewalahan dengan pengobatan kedua anaknya setelah suaminya meninggal, Sumiati pun akhirnya dapat tersenyum lega, karena mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah di tahun 2018. 


"Alhamdulillah setahun setelah suami saya meninggal, saya justru mendapat bantuan dari pemerintah," katanya. 


Sejak tahun 2018 ia menyatakan telah rutin mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinsosdalduk KBP3A berupa uang tunai sebesar Rp300.000 yang dirapel setiap satu tahun sekali. 


Sumiati menyatakan besaran bantuan yang dirapel selama satu tahun tersebut tidak menentu diterimanya, terkadang bisa di bulan ke 6, 7 bahkan bulan ke 9, dengan jumlah Rp3.600.000. 


"Ya saya bersyukur lah mba ini bisa dapat bantuan. Kemarin ini dari Dinsos baru keluar, alhamdulilah sangat membantu saya, kemarin langsung saya belikan buat kebutuhan sehari-hari, buat pampers, stok obat buat anak, sama beli sembako," terangnya. 


Plt Kepala Dinsosdalduk KBP3A Kabupaten Purbalingga, Jusi Febrianto menyatakan keadaan Sumiati dan kedua anaknya memang layak untuk dibantu. Setiap bulan ibu dan anak tersebut mendapatkan Rp300.000, namun untuk pencairannya dilakukan setiap satu tahun sekali. 


"Betul, jadi itu kan memang anaknya menyandang disabilitas berat yah, jadi layak untuk mendapatkan bantuan," katanya. 


Bantuan tersebut pun diberikan dalam bentuk virtual account, yang di print kemudian diberikan kepada penerima. 


"Sehingga penerima harus datang ke bank untuk mengambilnya," jelasnya. 

Baca juga: Mahasiswa Unsoed Desak Kampus Bersikap Tegas, Tuntut Pemecatan Dosen Pelaku Kekerasan Seksual 


Jusi menambahkan, kondisi yang dialami oleh kedua anak Sumiati ini merupakan penyakit Cerebral Palsy atau suatu keadaan dimana syaraf itu tidak terdarahi dengan baik.


Ia menyatakan kondisi yang dialami oleh kedua anak Sumiati tersebut sebetulnya dapat disembuhkan walau tidak bisa secara total, namun memang dibutuhkan ketelatenan dari pihak orang tua itu sendiri. 


"Kalaupun keadaan seperti itu sebetulnya bisa disembuhkan walau tidak total, tetapi memang harus sadari awal," katanya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved