Berita Jateng

Pendiri PWI LS Bukan Kiai Sembarangan, Gus Abbas Buntet Cucu Pahlawan Pertempuran 10 November

Dari dukungan itu, lahir kemudian Organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah (LS). 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Gus Abbas Buntet 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Meski sudah bertahun-tahun, polemik nasab klan ba'alwi atau orangnya dikenal dengan sebutan habib dari keturunan Yaman masih hangat diperbincangkan. 

Sesuai penelitian ilmiah ulama muda NU KH Imamuddin Utsman Al Bantani, tak ada hubungan darah atau kaitan DNA antara Ba ‘Alwi dengan Nabi Muhammad SAW.


Dari sebuah tesis ulama asal Banten, KH Utsman Al bantani,  sebagain umat mulai meragukan keabsahan nasab habaib. 


Dukungan untuk mengawal tesis KH Imaduddin yang membatalkan nasab habaib sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW terus bermunculan. 

Dari dukungan itu, lahir kemudian Organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah (LS). 

Tugas organisasi ini salah satu mengawal para trah Walisongo atau kiai nusantara, termasuk saat menyampaikan argumentasi di muka umum atau berceramah. 

PWI LS dikomandoi KH Abbas Billy Yachsy atau dikenal Gus Abbas yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon. 

Gus Abbas Buntet sendiri bukan kiai sembarangan. Ia bukan hanya disegani karena kealimannya, namun juga cucu dari KH Abbas Abdul Jamil. 

KH Abbas dikenal sebagai pejuang kemerdekaan sekaligus motor penggerak pertempuran 10 November di Surabaya 1945. 

Kini, Gus Abbas mendirikan PWI LS yang juga mempunyai misi menjaga kedaulatan bangsa dari segala bentuk penjajahan, khususnya penjajahan spiritual. 

"Ketika ada beberapa aksi-aksi (gerakan) yang berbenturan dengan nasionalisme dengan kesepakatan nasional (Pancasila, UUD 1945) ini sudah ada yang mengusik dari oknum separatis dan juga beberapa kelompok ekstrim Ba ‘Alwi, yang mengkhawatirkan kami semua, kehancuran bangsa ini akibat doktrin doktrin yang tidak benar,” ujarnya.

Gus Abbas mengaku prihatin dengan ancaman disintegrasi bangsa oleh gerakan-gerakan radikal yang mengatasnamakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Kami PWI menegaskan perjuangan Walisongo, masalah yang berkaitan dengan Klan Ba ‘Alwi (mengaku bernasab ke Rasulullah SAW) kita tegas menolak, nasabnya terputus dan secara scientific itu tidak tersambung dengan Rasulullah,”katanya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved