Berita Banyumas
Baturraden Dilepas, BLUD Pariwisata Banyumas Kini Dapat Dua 'Mainan Baru'
BLUD tak lagi urus Baturraden. Kini mereka diserahi dua destinasi wisata baru. Apa saja itu?
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Peta pengelolaan pariwisata di Kabupaten Banyumas akan segera berubah total.
Lokawisata Baturraden yang selama ini menjadi andalan akan 'dilepas' oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pariwisata.
Pengelolaan ikon wisata Banyumas itu akan kembali ke tangan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar).
Baca juga: Gerebek Sura Baturraden Banyumas Meriah, Bukti Gotong-royong Warga Hidup
Namun, BLUD Pariwisata tidak akan dibiarkan tanpa pekerjaan.
Kini, mereka justru mendapatkan tugas untuk mengelola dua 'mainan baru'.
'Mainan baru' tersebut adalah dua destinasi wisata yang benar-benar baru di Banyumas.
Kepala Dinporabudpar Banyumas, Setia Rahendra, membenarkan adanya proses transisi ini.
"Terkait Baturraden lepas dari BLUD dan kembali ke dinas, sedang dalam proses."
"Mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah realisasi," ujar Setia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (23/7/2025).
Dengan kembalinya Baturraden ke dinas, maka seluruh operasional akan ditanggung APBD.
Termasuk untuk pembayaran gaji para pegawai di Lokawisata Baturraden.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, juga telah memastikan kesiapan anggaran.
"Tahun ini bisa, nanti diambil dari APBD perubahan untuk operasionalnya," kata Sadewo.
Lalu, apa dua 'mainan baru' yang akan menjadi fokus BLUD Pariwisata?
Destinasi pertama adalah Taman Retensi yang berada di kawasan Jalan Bung Karno Purwokerto.
Destinasi kedua adalah wahana Kapal Bayusena yang megah di Sungai Serayu.
Menurut Setia Rahendra, kedua destinasi wisata baru ini sebenarnya sudah siap beroperasi.
Semua persiapan teknis dan lainnya dipastikan sudah selesai.
"Hal-hal lainnya sudah clear."
"Tinggal peresmian dari pak bupati saja," ujarnya.
Langkah strategis ini diambil Pemkab Banyumas dengan satu tujuan utama.
Tujuannya adalah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata.
Baturraden yang merupakan 'mesin uang' diharapkan bisa lebih inovatif di bawah kendali langsung dinas.
"Mudah-mudahan nanti bisa ada inovasi-inovasi baru, untuk lebih bisa mendongkrak kunjungan," imbuh Setia.
Sementara itu, BLUD Pariwisata bisa lebih fokus untuk mengembangkan dua destinasi baru dari nol.
Namun, Bupati Sadewo juga membuka kemungkinan lain di masa depan untuk Baturraden.
Ia tidak menutup pintu bagi pihak ketiga atau swasta untuk ikut mengelola.
Syaratnya, pihak ketiga itu harus lebih profesional dan berorientasi pada keuntungan.
"Itu bisa saja."
"Kalau operator pihak ketiga lebih profesional dan orientasinya profit, bisa saja dilakukan," terangnya.
Perubahan besar ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pariwisata Banyumas.
Pemkab kini harus membuktikan bisa membuat Baturraden lebih bersinar.
Di sisi lain, publik juga menantikan seperti apa wujud dua 'mainan baru' yang akan segera diresmikan.
| Inilah Sistem Pengolahan Sampah di Banyumas yang Bikin Prabowo Takjub |
|
|---|
| Permintaan Khusus Sadewo kepada Presiden Prabowo saat Ditawari Bantuan |
|
|---|
| Terinspirasi Tuk-tuk Thailand, Siswa Puhua Purwokerto Modifikasi Becak Konvensional Jadi E-Cak |
|
|---|
| Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Perjalanan 11 Kereta di Daop 5 Purwokerto Dibatalkan |
|
|---|
| MUI Banyumas Siapkan Tim Tabayyun Usut Dugaan "Silent" Diskriminasi Hijab di Tempat Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250723-lokawisata-baturraden.jpg)