Senin, 27 April 2026

Berita Nasional

Biaya Hidup yang Tinggi di Jakarta Bikin Muda-mudi Pilih Jadi Perjaka dan Perawan Tua

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto mengungkap alasan warga Jakarta berusia 19 tahun ke atas menunda pernikahan

Editor: khoirul muzaki
UNSPLASH/DREW COFFMA
Ilustrasi menikah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mencatat, sebanyak 2.098.685 dari 7.781.073 jiwa penduduk Jakarta berusia 19 tahun ke atas belum menikah. Jumlah itu terdiri dari 1.201.827 laki-laki dan 896.858 perempuan. 

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto mengungkap alasan warga Jakarta berusia 19 tahun ke atas menunda pernikahan karena faktor ekonomi. 

"Aktivitas yang tinggi di Jakarta dikarenakan kebutuhan ekonomi, persaingan secara umum, karier hingga pendidikan. Hal ini berimplikasi terhadap penundaan pernikahan hingga sampai pada masalah enggan untuk menikah," kata Denny dilansir dari Antara, Minggu (20/7/2025).

Biaya hidup yang tinggi di Jakarta membuat banyak orang khawatir atau enggan membangun rumah tangga. 

Data Dukcapil Jakarta juga menunjukkan, laki-laki di Jakarta rata-rata menikah di usia 30-31 tahun. 

Sedangkan perempuan di usia 27-28 tahun.

Fauzi Nur Alamsyah (28), warga Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengaku belum menikah karena faktor ekonomi. 

“Karena ekonomi menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk melanjutkan kehidupan pernikahan,” kata Fauzi saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (21/7/2025). 

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Selasa 22 Juli 2025. Jangan Lupa PPh 0,25 Persen

Karyawan swasta di Jakarta Pusat bernama Siti (24) mengakui biaya hidup di Jakarta menjadi salah satu faktor utama belum menikah. 

Padahal ia telah menjalani hubungan asmara dengan kekasihnya sejak 2017. 

Biaya hidup serba mahal di Jakarta menghambatnya untuk bisa menabung lebih besar. 

“Cukup berpengaruh, biaya hidup di Jakarta mahal, enggak cukup kalau hanya mengandalkan gaji UMR (Upah Minimum Regional), harus ada tambahan,” kata Siti.

Siti menyadari biaya hidup setelah menikah tidaklah sedikit. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, cicilan rumah dan kendaraan, hingga biaya mengasuh anak. Semua itu butuh perencanaan keuangan matang. 

“Bahkan mau menikah pun butuh biaya besar, dari lamaran sampai akad,” kata dia.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kala Biaya Hidup di Jakarta Jadi Alasan Muda-mudi Tunda Menikah…", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/07/22/05265681/kala-biaya-hidup-di-jakarta-jadi-alasan-muda-mudi-tunda-menikah?page=2.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved