Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kebumen

Ada Penjual Jangkrik Nyambi Jadi Jukir Liar di Pasar Koplak Kebumen

Warga Kebumen keluhkan penjual jangkrik yang jadi juru parkir liar. Dishub langsung beri teguran, namun belum jawab usulan soal karcis parkir.

Tayang:
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
DOKUMENTASI WARGA
PARKIR LIAR KEBUMEN: Warga Kebumen keluhkan penjual jangkrik yang jadi juru parkir liar. Dishub langsung beri teguran, namun belum jawab usulan soal karcis parkir. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Membedakan mana juru parkir (jukir) resmi dan mana yang ilegal alias 'liar' seringkali membuat bingung masyarakat di Kebumen.

Berangkat dari keresahan ini, seorang warga tidak hanya melaporkan satu kasus jukir liar, tapi juga memberikan usulan agar pemerintah menerapkan sistem karcis untuk semua parkir di pinggir jalan agar lebih jelas.

Dalam aduannya pada Kamis (10/7/2025), warga ini melaporkan sebuah pemandangan unik di area timur Pasar Koplak, tepatnya di depan Warung Makan Airin.

Baca juga: Wanita Misterius Seminggu Tidur di Pos Jaga, Kini Masuk Pekarangan Warga Desa Sidoagung Kebumen

Ia menyebut ada seorang penjual jangkrik yang bekerja ganda sebagai juru parkir.

Kecurigaan muncul karena oknum tersebut tidak menggunakan seragam parkir resmi.

Ia juga menyoroti bahwa di Alun-alun pun masih ada jukir tak berseragam selain petugas Dishub.

Untuk mengatasi kebingungan ini, warga tersebut memberikan usulan cerdas.

"Tolong parkir-parkir yang di pinggir jalan di area kota Kebumen menggunakan karcis agar masyarakat lebih percaya dan yakin bahwa itu parkir resmi," tulisnya.

Menurutnya, sistem karcis ini bisa menjadi penanda jelas mana jukir yang resmi dan mana yang bukan.

Menanggapi laporan ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Kebumen memberikan respons yang cepat.

Terkait laporan spesifik mengenai jukir di depan Warung Airin, mereka menyatakan sudah bertindak.

"Petugas kami sudah menindaklanjuti dengan melakukan teguran/pengarahan pada jukir dimaksud," tulis Disperkimhub.

Namun, jawaban dari Dishub tersebut belum menanggapi usulan utama dari warga mengenai penggunaan karcis parkir sebagai solusi sistemik.

Meskipun penindakan terhadap satu oknum sudah dilakukan, warga masih menantikan adanya sebuah sistem yang lebih jelas, seperti karcis, agar mereka tidak lagi ragu atau menjadi korban jukir liar di kemudian hari.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved