Berita Purbalingga

Festival Gunung Slamet Purbalingga Targetkan 50 Ribu Pengunjung, Begini Harapan Kades dan Warga

Festival Gunung Slamet Purbalingga diharapkan dapat menarik 50 ribu pengunjung. Kades dan warga ingin perekonomian meningkat.

Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FARAH ANIS RAHMAWATI
SUKSESKAN FGS - Kepala Desa Serang Sugito saat dijumpai seusai pembukaan Festival Gunung Slamet di obyek wisata D'Las Serang Purbalingga, Jumat (4/7/2025). Sugito menargetkan 50 ribu pengunjung selama pelaksanaan Festival Gunung Slamet 2025, 4-6 Juli 2025. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Sugito, Kepala Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menargetkan 50 ribu pengunjung selama gelaran Festival Gunung Slamet (FGS) 2025.

Festival Gunung Slamet ke-8 itu digelar di obyek wisata D'Las Serang Purbalingga, 4-6 Juli 2025.

"Tahun lalu, kunjungan ke FGS mencapai 43 ribu pengunjung. Sehingga, kami targetkan tahun ini bisa meningkat menjadi 50 ribu pengunjung," kata Sugito kepada Tribunbayumas.com, Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Festival Gunung Slamet Purbalingga 2025 Resmi Dibuka, Ini Acara yang akan Berlangsung Hingga Minggu

Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung memiliki dampak positif, khususnya bagi perekonomian masyarakat.

Sugito menyatakan, sebelum adanya Festival Gunung Slamet, penghasilan tenant di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. 

"Namun, dengan adanya kunjungan wisata di festival, pendapatan tenant per hari bisa meningkat, mulai dari Rp3 juta hingga 3,5 juta per hari," katanya. 

Warsum, pedagang di obyek wisata D'Las menyatakan, di banding hari-hari biasa, saat ini, penjualannya mengalami peningkatan. 

"Mungkin karena lebih banyak pengunjung, baik dari daerah sini ataupun wisatawan dari daerah lain yang jadi satu sehingga penghasilan jadi lebih meningkat," ujarnya.  

Baca juga: Perwakilan 22 Negara Bakal Meriahkan Festival Gunung Slamet Purbalingga, Ambil Air di Tuk Sikopyah

Meski mengalami peningkatan, ia tidak menaikan harga sayuran yang dia jual. 

"Harganya tetap sama, mau ramai di hari biasa atau hari Minggu, harga tetap sama," ucapnya. 

Warsum berharap, Festival Gunung Slamet 2025 dapat membuat Desa Serang lebih dikenal sehingga dapat terus memajukan perekonomian masyarakat Desa Serang. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved