Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Kades Wangon Bocorkan Tanda-tanda Proyek Tol Pejagan-Cilacap di Banyumas Dimulai

Belum ada aktivitas proyek tol Pejagan-Cilacap di Wangon Banyumas, meski 5 desa berpotensi terdampak.

|
TRIBUNNEWS/ IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI JALAN TOL: Belum ada aktivitas proyek tol Pejagan-Cilacap di Wangon Banyumas, meski 5 desa berpotensi terdampak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kepala Desa Wangon, Supriyadi, mengungkapkan bahwa saat ini belum terlihat tanda-tanda aktifnya proyek pembangunan jalan tol Pejagan–Cilacap di lapangan.

"Biasanya kalau proyek mulai jalan, makelar tanah udah mulai keliling," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com pada Jumat (30/5/2025) lalu.

"Sekarang belum ada yang keliling, itu berarti belum mulai," pungkas Supriyadi.

Baca juga: Banyumas Tak Lagi Dianggap Pinggiran, Sebentar Lagi Bakal Dilewati Tol Pejagan-Cilacap

Sebagai informasi, proyek jalan tol Pejagan–Cilacap sepanjang 93,56 km ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas wilayah utara dan selatan Jawa Tengah.

Proyek ini juga diharapkan dapat mempercepat distribusi logistik.

Serta mendukung pengembangan kawasan industri dan pariwisata.

Di Kecamatan Wangon, setidaknya ada lima desa yang diproyeksikan akan terdampak trase tol yang menghubungkan Brebes hingga Cilacap tersebut.

Supriyadi menyebutkan bahwa berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh pihak Binamarga, terdapat lima desa di Kecamatan Wangon yang kemungkinan akan dilintasi trase jalan tol.

"Desa yang kemungkinan terdampak ada Raweheng, Wangon, Randegan, Jurangbahas, dan Jambu," ujarnya.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada pembahasan resmi terkait ganti rugi atau ganti untung lahan.

Menurut Supriyadi, proses yang berjalan saat ini masih sebatas pemetaan dan pengumpulan data lokasi yang berpotensi terkena proyek.

Untuk Desa Wangon sendiri, ia memastikan dampaknya relatif minim.

Dari hasil pemetaan sementara, hanya satu rumah dan sebuah gudang yang kemungkinan besar akan terkena proyek pembangunan tol.

"Selain itu, sisanya adalah lahan sawah tadah hujan," kata Supriyadi.

"Beberapa milik desa, tapi ada juga yang milik perorangan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved