Jumat, 24 April 2026

PSIS Semarang

Masih Disanksi FIFA, PSIS Semarang Terancam Jalani Liga 2 Modal Pemain Muda

Ditinggal pemain inti bukan satu-satunya masalah yang dihadapi PSIS Semarang mengarungi Liga 2. Mereka juga terancam tak bisa rekrut pemain anyar.

|
Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/ARIEL SETIAPUTRA
LATIHAN PSIS - Suasana latihan PSIS Semarang di Lapangan Wisesa Mranggen Demak, Senin (28/4/2025). PSIS Semarang terancam mengarungi Liga 2 dengan pemain muda lantaran sanksi ban dari FIFA yang belum diselesaikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Ditinggal pemain inti bukan satu-satunya masalah yang bakal dihadapi PSIS Semarang mengarungi Liga 2 musim 2025/2026.

Mereka juga terancam tak bisa merekrut pemain anyar lantaran masih masuk daftar registration ban atau klub yang mendapat sanksi dari FIFA.

Dikutip dari laman FIFA, Jumat (30/5/2025), PSIS Semarang terdaftar menerima sanksi mulai 2 April 2025.

Sanksi yang diterima berupa larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer.

Tak dijelaskan penyebab PSIS masuk daftar ban FIFA.

Namun, menguat dugaan, sanksi ini diberikan FIFA karena tunggakan gaji pemain.

Baca juga: 3 Pemain PSIS Temukan Klub Baru? Ada Pembicaraan Serius dengan Malut United dan Bali United

Baca juga: PSIS, Yang Dipuji dan Ditinggal Para Pemainnya, Ferrari: Penggemar Pantas Mendapatkan Lebih Baik

Maret lalu, pemain asing PSIS asal Portugal, Evandro Brandao, hengkang dan mengancam melaporkan PSIS ke FIFA atas tunggakan gaji yang dialami.

Pemain yang juga memiliki paspor Angola tersebut mengaku mengalami tunggakan gaji lebih dari empat bulan.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi keputusan yang tidak dapat dihindari karena keterlambatan pembayaran gaji yang signifikan, yang kini telah melebihi empat bulan," kata Brandao dalam keterangan resminya, yang dia unggah di Instagram, Kamis (27/3/2025) sore.

"Dalam hidup, ini bukan hanya tentang masalah keuangan, tetapi yang terpenting, tentang rasa hormat dan nilai-nilai," ujarnya.

Brandao mengatakan, tidak ada kejelasan terkait permasalahan gaji dari pihak manajemen PSIS.

Saat dikonfirmasi, Evandro mengatakan, pihaknya juga akan melaporkan persoalan ini ke FIFA

"Untuk kelanjutannya, akan ke FIFA. Sekarang saya kembali ke Portugal, berkumpul dengan keluarga," ucap Evandro.

Andalkan Pemain Muda

Jika persoalan di FIFA ini tak kunjung diselesaikan, PSIS tak bisa merekrut pemain anyar.

Dalam mengaruni Liga 2, mereka akan diperkuat para pemain mudanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved