Baru 4 dari 46 Dapur MBG Beroperasi di Purbalingga, Disdik: Butuh Solusi Cepat
Disdik Purbalingga ungkap baru 4 dapur MBG yang berfungsi dari 46 yang dibutuhkan. Tanah pemerintah akan dimanfaatkan untuk percepat program.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setiadi, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Tri Gunawan menyampaikan bahwa program MBG merupakan inisiatif serius dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Namun, ia mengakui bahwa implementasi program ini di Purbalingga masih menghadapi sejumlah tantangan.
Baca juga: Siswa SMKN 2 Purwokerto Keluhkan Menu MBG, Kurang Variatif dan Terlambat Dikirim
"Tentunya tidak mudah, karena untuk memberikan makan bergizi gratis sejak 14 Februari hingga sekarang, saat ini baru 4 dapur MBG yang sudah tersedia di Purbalingga," ujarnya dalam peringatan HUT ke-75 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) yang berlangsung di Gedung Indragiri Owabong, Bojongsari, Kamis (22/5/2025),
Ia menjelaskan bahwa dengan perbandingan 2.500–3.000 siswa per dapur, Kabupaten Purbalingga memerlukan sekitar 46 dapur MBG untuk mencakup seluruh siswa, termasuk yang berada di madrasah dan pesantren.
"Kalau kami perhitungkan dapur MBG ini, dengan perbandingan 2.500–3.000 siswa per dapur, kami butuh sekitar 46 dapur MBG di Purbalingga," jelasnya.
Tri Gunawan menambahkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat untuk membahas kemungkinan pendirian dapur MBG tambahan dengan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah.
"Seperti misalnya ada tanah pemerintah yang tidak terpakai, nanti akan digunakan jadi dapur MBG," ucapnya.
Selain kendala infrastruktur, Tri Gunawan juga menyoroti tantangan dalam mengubah kebiasaan anak-anak yang lebih memilih jajan daripada mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan.
"Yakni, anak-anak kita ternyata lebih suka jajan, padahal ketika makan bergizi gratis itu makanannya sudah pasti memenuhi standar gizi. Tapi saya amati anak-anak kita sukanya bosan," katanya.
Ia mengimbau para guru, khususnya di taman kanak-kanak yang telah menerima program ini, untuk mengarahkan anak-anak agar mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan standar yang ditetapkan.
| Dikendalikan Bos Boncel, Pemuda Purbalingga Sebar Sabu Sistem Tempel di Sokaraja |
|
|---|
| Kemenag Purbalingga dan UT Purwokerto Jalin Sinergi, Dorong Pendidikan Digital ASN |
|
|---|
| Universitas Terbuka Purwokerto Garap Inovasi Wisata dan UMKM di Desa Onje |
|
|---|
| Santri Pilangwetan Demak Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Polisi Selidiki |
|
|---|
| Makan Bergizi Bukan Cuma Bisnis, Zulhas: Untung Seribu Tetap Untung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250522-Kadisdik-Purbalingga.jpg)