Rabu, 22 April 2026

Berita Jateng

Santri Pilangwetan Demak Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Polisi Selidiki

penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/ISTIMEWA WARGA
Ilustrasi menu MBG 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK- Puluhan santri di lima pesantren di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, mengalami pusing, mual, muntah hingga diare dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (19/4/2026).


Sekitar puluhan orang masih mendapatkan perawatan dan fasilitas kesehatan hingga Selasa (20/4/2026).


Adanya kejadian tersebut, Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.


“Kami langsung turun ke lokasi dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait laporan masyarakat,” ujarnya pada keterangan resmi yang diterima Tribun Jateng, Rabu (22/4/2026).


Ia menambahkan, polisi juga melakukan pengamanan lokasi dapur untuk menjaga kondisi awal selama proses penyelidikan.


Dari hasil sementara, tidak ditemukan indikasi mencurigakan pada makanan, baik dari segi aroma maupun kondisi saat dikonsumsi.


Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.


Saat ini, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN)


Penghentian ini dilakukan menyusul adanya dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah penerima manfaat program MBG.


Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Ali Muzani, mengatakan operasional akan dibuka kembali setelah proses evaluasi selesai.


“Operasional akan dibuka kembali setelah evaluasi menyeluruh dan dinyatakan memenuhi persyaratan,” ujarnya.


Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

Baca juga: Warga Banyumas Tertipu Beli Rumah Fiktif hingga Rp107 Juta Lenyap, Ternyata Terjual Lama


Menurutnya, hasil pengecekan internal menunjukkan makanan dalam kondisi layak konsumsi sebelum didistribusikan.


“Hasil pencicipan sebelum distribusi menunjukkan makanan layak konsumsi,” katanya.


Dari sisi teknis, proses pengolahan makanan disebut telah sesuai standar operasional.


Bahan baku diterima pada Jumat (17/4/2026) sore, kemudian disortir sebelum dimasak pada dini hari pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.


Menu yang disiapkan meliputi nasi goreng, telur, susu, acar, dan jeruk, sebelum didistribusikan pada pagi hari. (Rad)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved