Senin, 13 April 2026

Emosi Meledak, Pak Manager Siram Teh dan Tampar Karyawati di Karanganyar

Manager tekstil di Karanganyar diduga lakukan kekerasan terhadap karyawan, mulai dari tamparan hingga siraman air teh.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
POLRES KARANGANYAR
INTEROGASI: Polisi menginterogasi manager tekstil di Karanganyar diduga lakukan kekerasan terhadap karyawan, mulai dari tamparan hingga siraman air teh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kasus kekerasan di lingkungan kerja terjadi di Karanganyar, melibatkan seorang manager perusahaan tekstil berinisial W (59).

Ia diduga melakukan kekerasan terhadap seorang karyawati bernama Siti Zadiah (53), di ruang kerjanya, Jumat (21/2/2025).

Peristiwa tersebut kini ditangani oleh Satgas Gakkum Operasi Aman Candi 2025 Polres Karanganyar.

Baca juga: Viral, Guru SMP di Pemalang Tampar Siswa Diduga Bolos Upacara Bendera. Begini Sikap Bupati

Kasi Humas Iptu M Sulistiawan Abdillah menjelaskan kronologi kejadian.

Awalnya, manager W menanyakan pada Siti mengapa ada karyawan lain yang menangis di tempat kerja.

Korban menjawab agar pelaku menanyakan langsung kepada karyawan yang menangis tersebut.

Namun jawaban itu membuat pelaku emosi dan mulai bertindak kasar kepada korban.

"Terduga pelaku menyiram kepala korban dengan teh, menampar bibir korban, dan juga menyiram air putih," terang Iptu Sulis.

Tidak berhenti di situ, saat korban hendak keluar dari ruangan, kekerasan kembali terjadi.

Manager W mengejar korban dan memukul pipi kanannya dengan tangan kiri.

"Ia juga nyaris memukul korban dengan kursi, namun dicegah oleh salah satu karyawan lain," lanjutnya.

Setelah kejadian itu, korban langsung pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.

Polisi menyatakan bahwa pelaku kini tengah menjalani proses penyidikan.

Pihak kepolisian menekankan agar segala bentuk konflik diselesaikan dengan cara yang bijak.

"Kami imbau kepada masyarakat, jangan selesaikan permasalahan dengan kekerasan," ucap Iptu Sulis.

Ia mengingatkan bahwa tindak kekerasan bisa berujung pada proses hukum yang merugikan semua pihak.

Kasus ini menjadi sorotan penting soal pentingnya etika dan pengendalian emosi di tempat kerja.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved