Berita Pati

Soal Rencana 5 Hari Sekolah, Bupati Pati Klaim Telah Berdiskusi dengan PCNU: Tak Akan Ganggu TPQ

Bupati Pati Sudewo memastikan, pelaksanaan lima hari sekolah tak akan mengganggu kegiatan di TPQ. Sudewo mengeklaim telah berdiskusi dengan PCNU Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
BERI KETERANGAN - Bupati Pati Sudewo memberi keterangan kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (7/5/2025). Sudewo menegaskan, pelaksanaan lima hari sekolah untuk jenjang TK, SD, dan SMP tak akan mengganggu TPQ. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Bupati Pati Sudewo memastikan, pelaksanaan lima hari sekolah tak akan mengganggu kegiatan di Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Bahkan, Sudewo mengeklaim telah berdiskusi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati terkait wacana ini.

Rencananya, kebijakan lima hari sekolah akan dilaksanakan bagi siswa jenjang TK, SD, dan SMP, mulai tahun ajaran baru 2025/2026.

Hal tersebut dia tegaskan saat diwawancarai awak media seusai menyosialisasikan kebijakan ini kepada para kepala sekolah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (7/5/2025).

"Kami sudah berkomunikasi, diskusi dengan PCNU Kabupaten Pati dan mereka bisa menerima kebijakan ini," ucap dia.

Baca juga: Bupati Pati Bakal Terapkan 5 Hari Sekolah untuk TK, SD, dan SMP. Siswa Dinilai Lebih Produktif

Sudewo menegaskan, kebijakan lima hari sekolah tidak akan mengganggu anak-anak yang mengikuti kegiatan di TPQ dan Madrasah Diniyyah (Madin) pada sore hari.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengatakan, pihaknya baru akan berdiskusi dengan Bupati Pati Sudewo mengenai kebijakan lima hari sekolah ini pada Kamis (8/5/2025) besok.

"Besok siang, PCNU baru mau audiensi dengan Pak Bupati," ucap dia via pesan singkat WhatsApp.

Anak Dinilai Lebih Produktif

Rencana lima hari sekolah untuk TK, SD, dan SMP ini sebelumnya disampaikan Bupati Pati Sudewo dalam acara halalbihalal keluarga besar Tim Penggerak PKK di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (30/4/2025).

Sudewo mengatakan, lima hari sekolah justru membuat produktivitas anak tinggi.

Baca juga: Truk Serempat Motor di Jalan Pati Wedarijaksa, Seorang Balita Tewas

Menurut dia, jika otak dibiasakan bekerja terus lewat sekolah sampai sore, disambung kegiatan mengaji, lalu belajar malam, para pelajar bisa memaksimalkan potensinya.

"Kalau terus dilatih seperti itu, produktivitasnya pasti tinggi."

"Untuk menghafal dapat kapasitas lebih besar."

"Sedangkan Sabtu-Minggu libur, refreshing otak, penyegaran kembali, bisa dimanfaatkan untuk acara keluarga bersama orang tua," ucap dia.

Sudewo mengatakan, jika ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan ini, dia akan mengajak mereka berdialog.

Hanya saja, dia memastikan akan tetap menjalankan kebijakan ini sekalipun ada yang tidak setuju. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved