Jumat, 8 Mei 2026

Paus Fransiskus Wafat

Pria Terobos Pengamanan Basilika Santo Petrus Vatikan, Nekat Ingin Bertemu Paus

Kekacauan ini terjadi di tengah suasana duka mendalam umat Katolik sedunia atas wafatnya Paus Fransiskus.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
Tangkapan layar YouTube EWTN
MISA REQUIEM - Foto Paus Fransiskus terpampang saat Misa Requiem Pope Francis di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Misa tersebut dilaksanakan untuk mendoakan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin 21 April 2025 di Vatikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, VATIKAN - Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (24/4/2025) pagi waktu setempat, mendadak tegang.

Hal itu dipicu oleh seorang pria tak dikenal nekat memotong antrean hingga menerobos sistem pengamanan.

Ulah pria tersebut sontak memecah keheningan dan menciptakan ketegangan di antara umat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Paus Fransiskus.

Pasalnya, ketika itu kerumunan umat tengah kusyuk berdoa dan memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, yang wafat pada Senin, 21 April 2025.

Pria tersebut berhasil melampaui area yang telah diamankan sebelum akhirnya dihentikan oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Dia berteriak keras menyatakan keinginannya untuk melihat Paus.

Beruntungnya, aparat bertindak sangat cepat dalam mengendalikan situasi, dan pelaku segera diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

“Seorang individu telah diamankan oleh otoritas keamanan setelah menunjukkan perilaku tidak terkendali di dalam Basilika. Investigasi terhadap motif dan identitas yang bersangkutan sedang berlangsung,” demikian pernyataan singkat dari pihak keamanan Vatikan.

Sebagai respons atas peristiwa tersebut, otoritas Vatikan segera meningkatkan pengamanan di seluruh area Basilika dan sekitarnya.

Baca juga: Forum Purnawirawan Usulkan Copot Gibran dari Jabatan Wapres, Mungkinkah?

Pemeriksaan terhadap para pengunjung pun diperketat, dan akses keluar-masuk diawasi secara lebih intensif untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait latar belakang pelaku, termasuk apakah yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan, motif politik, atau alasan personal.

Tetapi pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.

Disisi lain meskipun sempat terjadi gangguan, prosesi penghormatan terhadap Paus Fransiskus tetap dilanjutkan dengan tertib setelah situasi dinyatakan aman oleh otoritas keamanan.

Dalam suasana penuh khidmat dan duka yang mendalam, sekitar 150.000 umat dari berbagai penjuru dunia telah memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, sejak hari Rabu hingga Jumat pagi waktu setempat.

Umat yang datang tiada henti hingga memenuhi seluruh area Basilika Santo Petrus tempat dimana tubuh kaku Paus Fransiskus disemayamkan.

Hal itu menandakan cinta dan rasa kehilangan umat terhadap sosok yang selama bertahun-tahun menjadi gembala rohani bagi Gereja Katolik sedunia.

Baca juga: Penggugat Ijazah Jokowi Mundur dari Tim Usai Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan pula rangkaian kegiatan Kongregasi Umum keempat para Kardinal yang dilangsungkan di Aula Sinode Baru, Vatikan.

Lebih lanjut menjelang pemakaman Paus Fransiskus yang akan digelar di Basilika Santa Maria Maggiore pada Sabtu (26/7/2025), pemerintah Italia mulai menggelar operasi keamanan besar-besaran.

Menerjunkan polisi dan pasukan berkuda di pusat kota Roma hingga seluruh penjuru Vatikan.

Tak terkecuali tempat persemayaman di mana umat Katolik dan masyarakat umum dapat memberikan penghormatan terakhir mereka.

Bahkan petugas kepolisian dan para staf Vatikan turut melakukan pemeriksaan keamanan yang telah ditingkatkan.

Serta memasang sistem pertahanan anti-drone dan teknologi pemblokiran sinyal untuk mencegah ancaman dari udara dan perangkat komunikasi yang tidak sah, sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran prosesi pemakaman Paus Fransiskus.

Sehingga acara dapat berjalan dengan aman dan khidmat, menghormati warisan dan kontribusinya sebagai pemimpin umat Katolik dunia.

Mengingat perkiraan jumlah pelayat yang sangat besar dan kehadiran delegasi internasional penting.

Baca juga: Bunda Literasi Jateng Ning Nawal di Undip: Perempuan Tak Cukup Hanya Ilmu

Proses Pemakaman Paus Fransiskus
 
Selama di Basilika Santo Petrus jenazah Paus Fransiskus dibaringkan dalam peti terbuka mengenakan jubah kebesarannya, memegang rosario, dengan Garda Swiss berdiri di sampingnya

Setelah sebelumnya jenazah dibawa dari kapel kediaman Vatikan tempat tinggalnya ke Gereja Santo Petrus, dengan memasuki pintu tengah, dalam prosesi akbar yang dimulai pukul 9 pagi, diiringi oleh para kardinal dan nyanyian Latin.

Selanjutnya pada Jumat, 25 April 2025, Umat dan para pemimpin Gereja berkumpul dalam misa khusus untuk mendoakan jiwa Paus Fransiskus.

Adapun doa untuk Paus Fransiskus akan dipimpin oleh para Kardinal senior di Basilika.

Setelah misa, jenazah akan dibawa untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.

Tidak seperti para pendahulunya, Paus asal Argentina ini memilih untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore yang merupakan salah satu gereja tertua di Roma yang sering ia kunjungi untuk berdoa.

Lokasi tersebut dipilih lantaran dalam wasiat terakhirnya, Paus Fransiskus mengungkapkan rencananya untuk mendobrak tradisi dan dimakamkan di luar Vatikan.

Baca juga: Alasan SDN 2 Bodaskarangjati Purbalingga Direvitalisasi Presiden Prabowo

Paus Fransiskus memilih tempat peristirahatan terakhirnya di Basilika Santa Maria Maggiore yang ada di seberang Sungai Tiber, Roma.

Paus Fransiskus beralasan dirinya merasakan "hubungan yang sangat kuat" dengan basilika tersebut, karena semasa hidup biasa mengunjungi basilika itu untuk menghormati Perawan Maria.

Sejauh ini sudah ada beberapa kepala negara yang telah menyatakan niat untuk hadir dalam prosesi pemakaman.

Sehingga acara dapat berjalan dengan aman dan khidmat, menghormati warisan dan kontribusinya sebagai pemimpin umat Katolik dunia.

Mengingat perkiraan jumlah pelayat yang sangat besar dan kehadiran delegasi internasional penting.

Di antaranya ada Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta istrinya yang akan terbang ke Roma, sementara Presiden Argentina Javier Milei juga dijadwalkan hadir.

Pakai Peti Kayu Sederhana

Tak hanya itu dalam wasiat terakhirnya Paus juga meminta agar prosesi penguburannya ingin disederhanakan.

Meninggalkan praktik yang telah berlangsung selama berabad-abad untuk menguburkan para Paus yang meninggal.

Baca juga: Wabup Dimas Ajak Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045 saat Pimpin Upacara Hari OTDA

Dalam postingan situs resmi Vatikan pada November 2024 lalu, Paus Fransiskus memutuskan untuk meninggalkan praktik yang telah berlangsung selama berabad-abad saat menguburkan para Paus yang meninggal.

Sesuai tradisi, para Paus yang meninggal akan dimakamkan di dalam tiga peti jenazah yang saling terkait, yang terbuat dari kayu pohon cemara, pohon timah dan pohon ek.

Namun dalam wasiat terakhirnya Paus Fransiskus meminta agar dirinya dimakamkan di dalam satu peti jenazah yang terbuat dari kayu sederhana berlapis seng.

Disebutkan juga bahwa Paus Fransiskus tidak akan disemayamkan di atas panggung tinggi, atau catafalque, di Basilika Santo Petrus untuk dilihat para pelayat, seperti yang terjadi pada para paus sebelumnya.

Meski begitu para pelayat nantinya akan tetap dipersilakan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Namun jenazah Paus Fransiskus akan dibiarkan berada di dalam peti, dengan bagian tutupnya dibuka.

(tribun network/thf/Wartakota/Tribunnews.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketegangan di Basilika Santo Petrus Vatikan, Pria Terobos Pengamanan, Teriak Ingin Bertemu Paus

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved