Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Jateng

Kronologi Pers Mahasiswa UNSIQ Wonosobo Kena Intimidasi TNI

Sejumlah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Jawa Tengah mendapat intimidasi dari TNI akibat produk jurnalistik.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
LPM SQ
INTIMIDASI TNI - Tangkapan Layar Instagram dari LPM SQ dari UNSIQ Wonosobo Jawa Tengah soal intimidasi untuk menghapus berita. 

"Saya secara pribadi sudah konsultasi ke Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Unsiq. Namun,  tidak respon baik oleh kampus bentuk keprihatin atau dukungan ke LPM SQ," jelasnya.

Rio menilai, peristiwa teror ini terjadi karena Kodim 0707 Wonosobo enggan menanggapi surat terbuka dari LPM SQ.

Kedua, jika berita merugikan publik atau tentara silakan ajukan keberatan.
Ketiga, andaikan LPM salah dari sudut produk jurnalistik bisa dibantah dengan data dan argumen untuk menunjukkan kesalahan tersebut.

"TNI sekarang berhadapan dengan LPM bukan massa aksi lain sehingga  pendekatan terhadap kami bukan dengan cara diajak bertemu melainkan berilah kami pernyataan tertulis," ungkapnya.

Peristiwa serupa juga dialami oleh para anggota pers mahasiswa dari LPM  Justisia UIN Walisongo Semarang, Wati (bukan nama sebenarnya) mengatakan, intimidasi diperolehnya selepas LPM Justisia memberitakan dugaan intimidasi TNI oleh aparat TNI dialami oleh para mahasiswa UIN Walisongo Semarang saat melakukan diskusi bertajuk "Fasisme Mengancam Kampus Bayang-bayang Militer Bagi Kebebasan Akademik" di halaman Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Senin (14/4/2025)

"Selepas diskusi , tanggal 15 April, saya ditelpon orang tak dikenal selepas saya cek nomornya di aplikasi truecaller menunjukkan nomor tagar atas nama Rokiman. Belakangan diketahui dia adalah Babinsa Kelurahan Tambakaji Ngaliyan," katanya saat dihubungi Tribun.

Wati menyebut, Rokiman protes wajahnya tidak disamarkan dalam berita yang diterbit portal online LPM Justisia. Wati juga mendapatkan ancaman berupa hendak dilaporkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Kata Rokiman berita itu bisa bikin urusan jadi panjang, dapat dilaporkan," katanya.

Fredrik dari anggota LPM Reference UIN Walisongo Semarang, mendapatkan teror telpon dua hari berturut-turut dari tanggal 15-16 April 2025. Dia dihubungi oleh nomor tak dikenal selepas memberitakan dugaan intimidasi oleh TNI di Kampus UIN.

"Saya sendiri menjadi resah karena menyuarakan kebenaran malah mendapatkan teror," ungkapnya.

Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo Kunjungi Grobogan, Singgung Normalisasi Sungai Tuntang

Kini, dia masih melakukan konsolidasi dengan LPM lain di uin yang mendapatkan teror serupa untuk melaporkannya ke pihak Rektorat.

Anggota LPM dari Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat, Fariz mengaku, mendapatkan mendapatkan pesan WhatsApp dari Rokiman Babinsa Tambakaji Ngaliyan yang memintanya untuk menghapus atau metake down berita yang menampilkan fotonya, Rabu (16/4/2025).

Foto tersebut berkaitan dengan tentara melakukan intervensi ke kampus dalam diskusi mahasiswa pada Senin 14 April 2025.

"Kami memilih tidak metake down berita itu karena tidak melanggar kode etik jurnalistik," ucapnya .

Menurutnya, Rokiman tak hanya mengirimkan pesan melainkan mengajak bertemu. Bahkan, anggota TNI tersebut sudah berada di dekat kantor redaksi Amanat.
Tindakan itu tentu sudah menjadi semacam teror yang mengancam kebebasan pers.
"Kami memilih melaporkan kejadian ini ke organisasi pers tidak ke kampus," ungkapnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved