Berita Jateng
Kisah Sukses Slamet Mantan TKI Bangun Pabrik Susu Kambing Etawa di Mranggen
Bertempat di Banyumeneng Mranggen Demak, Slamet Priyono berhasil mengelola usaha produksi pengolahan fermentasi susu kambing etawa.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG-Slamet Priyono mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sukses mengelola usaha setelah pulang dari Korea Selatan.
Bertempat di Banyumeneng Mranggen Demak, Slamet Priyono berhasil mengelola usaha produksi pengolahan fermentasi susu kambing etawa.
Unit usahanya itu menjadi perhatian Menteri Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Selasa (5/4/2025). Menteri Karding melihat langsung proses pemerahan susu kambing hingga pengalengan.
Slamet mengaku tahun 2005 purna menjadi PMI di Korea Selatan. Nasibnya bagus di tahun 2006 di terima menjadi PNS di Kemendikbud. Kemudian tahun 2012 dia berfokus membantu PMI yang purna mendirikan usaha susu kambing.
"Untuk membangun seperti ini (pabrik susu) dananya kami gotongan dengan teman-teman," tuturnya.
Dia mengajak PMI yang telah purna berinvestasi di kandangnya. Pihaknya berharap kepada Menteri PMI agar dibantu pemasaran susu kambingnya.
"Kalau modal dari teman purna sangat mendukung. Mereka menginvestasikan 5 hingga 10 kambing. Kemudian setiap bulan kami bagi hasil," ujarnya.
Baca juga: Lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap Jadi Saksi, 5 Napiter Ucap Setia kepada NKRI
Ia menuturkan produksi susu kambingnya tidak hanya diminati di dalam negeri saja. Bahkan sekarang sudah ada empat negara yang telah berminat dengan susu kambingnya.
"Seperti Malaysia telah memesan satu kontainer. Tetapi kami belum bisa mengirim karena harus ada dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Kami juga sudah mengirim sampel ke Jeddah, Brunei, dan Singapura," tuturnya.
Sementara itu Menteri Karding menuturkan usaha yang dilakoni Slamet ini sangat diharapkan oleh Presiden Prabowo untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Usaha yang dilakoni Slamet melibatkan PMI telah purna.
"Contohnya penyedia susu kambing banyak dari purna PMI. Bahan baku dikelola juga membutuhkan tenaga kerja," tuturnya.
Menurut Karding, sterilisasi susu kambing ini pertama di Indonesia bahkan dunia. Dirinya mengapresiasi Slamet karena memiliki ketekunan mendirikan usaha.
"Ini harus menjadi contoh purna yang menginspirasi. Purna yang berusaha setelah pulang. Sesuai keinginan Presiden pulang terus usaha dan ekspert di bidangnya," imbuhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.