Berita Jateng

Warga Grobogan Swadaya Cor Jalan Sepanjang 125 Meter, Berbekal Iuran Rp 5 Ribu

Jalan desa sepanjang 125 meter dicor secara swadaya oleh masyarakat setempat, berbekal iuran mingguan hanya Rp 5 ribu per orang.

Penulis: Fachri Sakti N | Editor: Rustam Aji
Tangkapan layar Media Sosial
NGECOR JALAN: Warga RT. 5, RW. 1, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, patut diacungi jempol atas semangat gotong royong dalam membangun infrastruktur lingkungan. Secara swadaya, masyarakat mengecor jalan sepanjang 125 meter berkat iuran rutin sebesar Rp 5 ribu yang dikumpulkan setiap minggunya saat kegiatan yasinan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN – Apa yang dilakukan warga RT 5, RW 1, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, ini patut untuk dicontoh.

Apa pasal? Mereka memilih mengecor jalan sendiri tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah.

Jalan desa sepanjang 125 meter dicor secara swadaya oleh masyarakat setempat, berbekal iuran mingguan hanya Rp 5 ribu per orang.

“Nunggu dari pemerintah tidak cair-cair, jadi kita inisiatif sendiri. Daripada menunggu, mendingan kita usaha sendiri. Kalau jalan bagus, warga juga senang,” ungkap Temon Kapisa, warga RT 5 saat ditemui TribunJateng.com.

Temon menyebut, meski dana desa sebenarnya tersedia, mereka sadar bahwa cakupan pembangunan desa luas dan prioritasnya berbeda-beda.

Baca juga: Kongres PSI akan Digelar Juli di Solo, Kaesang: Dekat Rumah

Karena itu, warga memutuskan untuk mandiri. Jalan yang dicor pun sebenarnya tidak dalam kondisi rusak, namun warga ingin tampilannya lebih rapi dan representatif.

"Memang ada dana desa tapi desa itu kan luas, sebisa mungkin kita punya inisiatif sendiri untuk membangun tanpa harus menunggu bantuan," kata Temon.

“Jalannya sebenarnya tidak rusak, hanya diperindah saja. Dulu ini tempat jual pasir, jadi tidak becek, tidak jeblok. Tapi warga ingin kondisi jalan terlihat lebih baik,” tambahnya.

Dana sekitar Rp 50 juta yang dibutuhkan untuk pengecoran terkumpul dari iuran 40-an warga selama tiga tahun.

Uniknya, pengumpulan dana dilakukan saat kegiatan yasinan setiap Kamis malam. Para bapak-bapak secara sukarela menyumbangkan Rp 5 ribu tiap pekan.

Baca juga: OJK Support Ahmad Luthfi untuk Bangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan Jateng

"Untuk iuran sekitar 3 tahun, setiap hari Kamis kan bapak-bapak yasinan, setiap kali yasinan bapak-bapak mengumpulkan Rp 5 ribu setiap satu minggu sekali," ujar Temon.

"Warga yang iuran hanya gang ini saja, kita juga tidak mengambil dana RT, kurang lebih ada 40-an warga yang tinggal di gang ini," imbuhnya.

Pengecoran jalan dilakukan pada Selasa (8/4/2025) dan langsung rampung dalam sehari.

Dimensi jalan yang dibangun mencapai panjang 125 meter, lebar 3 meter, dan tebal sekitar 15 cm.

"Kurang lebih (anggarannya) Rp 50 jutaan, panjang jalan 125 meter, lebar 3 meter, ketebalan rata-rata 15 cm," kata Temon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved