Success Story

Di Balik Kesegaran Es Marem yang Melegenda di Kota Semarang, Dulu Berawal dari Es Puter

Es marem begitu melegenda di Kota Semarang. Kesegaran es dengan ragam topping tersebut telah lebih dari enam dekade

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
ES MAREM - Es marem begitu melegenda di Kota Semarang. Kesegaran es dengan ragam topping tersebut telah lebih dari enam dekade dikenal masyarakat, khususnya di Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bagi warga Kota Semarang, Es marem, bukanlah jenis es baru. 

Sebab, es marem begitu melegenda di Kota Semarang.

Es marem begitu segar dengan ragam topping.

Es ini telah lebih dari enam dekade dikenal masyarakat, khususnya di Kota Semarang.

Warung es dengan sejumlah varian menu tersebut saat ini telah tersebar di berbagai lokasi seperti di jalan KH Wahid Hasyim, MT Haryono, Jagalan, Puri Anjasmoro, Lamper Sari, kampung kali, hingga kawasan Ngaliyan.

Satu pemilik warung es marem, Zaenal (75) menceritakan kuliner legendaris tersebut berasal.

Ia menyebutkan, kuliner legendaris ini dimulai dari usaha ayahnya, Suharto, yang sudah berjualan sejak tahun 1952.

Baca juga: Dari Kampung Halaman Menuju Jakarta Bersama Balik Bareng Honda

Ayahnya, perantau dari Rembang ke Semarang semula berjualan es puter.

Harto, nama panggilan ayahnya, berinovasi meramu resep es yang kemudian diberi nama es marem.

"Disebut es marem, itu dari istilah Jawa 'marem' artinya puas. Untuk bapak saya, itu bisa dimaknai pelayanan baik; pembelinya, marem; kebersihannya bersih, marem; minum esnya, marem. Jadi marem ini maknanya banyak," kata Zaenal ditemui di warungnya, yang berada di jalan KH Wahid Hasyim, pekan ini.

BUAT ES MAREM
BIKIN ES MAREM - Penjual Es Marem di Jalan MT Haryono Semarang tampak sedang meracik es marem kombinasi santan.


Es marem merupakan es dengan varian menu seperti kombinasi santan, yang menghadirkan perpaduan antara es batu yang diberi kuah santan dengan isian antara lain kelapa muda, cincau, yanghun, kolang-kaling, tape, kacang, cokelat, dan susu.

Adapula kombinasi jeruk, meninggalkan kuah santan, cokelat, dan susu; yang digantikan dengan kesegaran kuah jeruk.


Dalam mengikuti usaha ayahnya tersebut, Zainal mengaku mulai berjualan es marem tahun 1963.

Zaenal mengisahkan, adik-adiknya kemudian mulai terlibat dalam usaha ini dan dilanjutkan generasi berikutnya.

Baca juga: Merasa Seperti di Rumah Sendiri, Rusmiati Ketagihan Mudik Menggunakan KRI Banjarmasin 592

"Saya anak kedua, anak lelaki pertama. Adik-adik meneruskan tahun 2000-an. Mereka ikut, kelihatannya kok enak. Tahun 2000 itu banyak (adik-adik) yang ikut (berjualan)," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved