Berita Jateng
Cerita Rusminah Warga Salatiga Mudik Menumpang Kapal Perang
Rusminah, warga asal Salatiga, mengaku hampir setiap tahun mudik gratis naik kapal dari Tanjung Priok Semarang
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mudik gratis menjadi pilihan sebagian perantau untuk pulang ke kampung halaman di tengah sulitnya kondisi ekonomi. Berbagai pihak mengadakan program mudik gratis untuk membantu masyarakat bisa merayakan Idulfitri di kampung halaman.
TNI AL turut mengerahkan kapalnya guna melayani masyarakat pulang ke kampung halaman.
Rusminah, warga asal Salatiga, mengaku hampir setiap tahun mudik gratis naik kapal dari Tanjung Priok Semarang. Kali ini, ia kembali mudik naik kapal milik TNI AL yakni kapal perang KRI Banjarmasin 592.
Ia bersama keluarganya mudik membawa dua sepeda motor.
"Tahu mudik gratis dari ponakan dan mantu. Saya ini pulang sama keponakan Sendiri sama keponakan bawa dua motor," ucap Rusminah, saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (28/3/2025).
Menurut dia, mudik naik kapal lebih nyaman. Dia tetap bisa membawa kendaraannya namun kondisi badan tetap fit selama perjalanan.
Baca juga: 167.843 Pemudik Tiba di Stasiun Daop 5 Purwokerto, Puncak Arus Mudik Diprediksi 29-30 Maret
Dari rumahnya, di Jakarta, ia mengendarai sepeda motor hingga Tanjung Priok. Sepeda motornya turut mudik menggunakan Kapal KRI Banjarmasin 592. Selama perjalanan, dia mengaku, sangat menyenangkan bertemu dengan banyak orang baru yang semula tidak kenal.
Dia mengatakan, program mudik gratis ini sangat bermanfaat baginya karena bisa mengurangi biaya transportasi dan makan selama mudik Lebaran.
Berbagai fasilitas juga diberikan antara lain makan gratis dan pengobatan gratis bagi yang sakit selama perjalanan.
"Dapat makan, pengobatan kalau sakit. Bisa bawa motor. Menyenangkan," ucapnya.
Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Emas, ia melanjutkan perjalanan ke Salatiga mengendarai sepeda motornya.
Berbesa dengan Zakiyah, warga asal Sragen yang juga mengikuti mudik gratis naik kapal perang milik TNI AL.
Ia bersama suami dan tiga anaknya tidak membawa sepeda motor. Dari Bogor, ia menuju Tanjung Priok untuk ikut mudik gratis naik kapal perang. Dia mengikuti program mudik gratis hampir setiap tahun demi bisa menghemat pengeluaran.
"Saya selalu mudik gratis. Saya cari info di media sosial. Mudik gratis baik kapal sudah tiga kali. Naik bus juga pernah. Tergantung tiker mana yang saya dapat," bebernya.
Dia menuturkan, program mudik gratis sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Tidak hanya gratis naik kapal saja, sesampainya di Tanjung Emas Semarang, Zakiyah sudah disambut bus yang difasilitasi TNI AL dan Pemerintah Kota Semarang.
Alhamdulillah sangat membantu dengan kondisi ekonomi lagi sulit. Tinggal melanjutkan ke terminal tujuan ke Sragen," ungkap Zakiyah.
Selama perjalanan, perempuan tiga anak tersebut mengatakan, aman. Anak-anaknya juga senang melihat pemandangan lautan lepas. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Pemudik-keluar-dari-kapal-perang.jpg)