Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Awak Kapal KM Kuro Kuro Pati Tewas Tenggelam

Posisi kedua kapal yang berhimpitan dengan KM Aji Mina Perkasa membuat Febrian harus memindahkan tali pengikat di buritan KM Aji Mina Perkasa.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
Polresta Pati
EVAKUASI JENAZAH - Petugas Satpolairud Polresta Pati mengevakuasi jenazah Febrian Pamungkas (25), Anak Buah Kapal (ABK) KM Kuro Kuro, tewas tenggelam di Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Senin (24/3/2025) malam. Dia merupakan warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Febrian Pamungkas (25), Anak Buah Kapal (ABK) KM Kuro Kuro, tewas tenggelam di Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Senin (24/3/2025) malam.


Dia merupakan warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus.


Menurut keterangan saksi mata, Suwarto (48) dan Zaenal Abidin (50), kejadian bermula saat KM Kuro Kuro sedang melakukan proses penarikan KM Puji Jaya Poler dari dok perbaikan pada pukul 18.45 WIB.


Posisi kedua kapal yang berhimpitan dengan KM Aji Mina Perkasa membuat Febrian harus memindahkan tali pengikat di buritan KM Aji Mina Perkasa.


"Korban lalu terpeleset dan jatuh ke sungai. Saksi yang berada di lokasi kejadian langsung berupaya menolong korban dengan menyelami sungai," ungkap Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan.


Laporan kejadian diterima oleh Satpolairud Polresta Pati pada pukul 19.15 WIB. 


Tim yang dipimpin oleh Kanit Patroli Ipda Sunardi segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Baca juga: Longsor Tebing Setinggi 40 Meter Tutup Akses Jalan di Tempur Jepara


"Setelah dilakukan pencarian di TKP, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi kepala terbenam di dalam lumpur," jelas Kompol Hendrik.


Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Satreskrim Polresta Pati dan tim medis Puskesmas Juwana, pada jenazah tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. 


Jenazah Febrian kemudian dievakuasi ke RSUD Soewondo Pati untuk diperiksa lebih lanjut.


"Kami telah melakukan tindakan Kepolisian dengan menerima laporan, mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, melakukan pencarian terhadap korban, serta melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap mayat korban," jelas Hendrik.


Dia mengatakan, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan perairan. 


Kondisi alur sungai yang licin dan berarus deras dapat menjadi sangat berbahaya, terutama saat melakukan manuver kapal. 


Para pekerja diharapkan selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dan mematuhi prosedur keselamatan kerja yang berlaku. (mzk)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved