PSIS Semarang
Sinyal Kecemasan Gilbert Agius, PSIS Mendekati Zona Degradasi
Krisis PSIS Semarang berlanjut seusai kalah dari Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 musim 2024-2025.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Krisis PSIS Semarang berlanjut seusai kalah dari Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 musim 2024-2025.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius pun diselimuti kecemasan setelah Mahesa Jenar dekat dengan zona degradasi.
Hasil negatif terus memayungi PSIS Semarang seiring kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (5/3/2025).
Baca juga: PSIS Tidak Aman, Bisa Terpeleset ke Zona Degradasi, Sang Pelatih dalam Tekanan
Septian David Maulana dan kawan-kawan belum pernah menang dalam 11 laga terakhir.
Terakhir mereka menang 2-1 melawan Bali United pada Desember 2024.
Dalam 11 laga tersebut, tiga kali berakhir imbang atau seri, laga lain dengan hasil kekalahan.
PSIS pun kian mendekati zona degradasi.
Baca juga: PSIS Semarang Semakin Dekat dengan Zona Degradasi, Pelatih Akui Tekanan Lebih Besar
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius memikul tanggung jawab berat membawa PSIS Semarang tetap bertahan di Liga 1 musim depan.
Hal ini karena situasi PSIS Semarang di papan klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025 sedang tidak aman dari ancaman degradasi.
PSIS memang berada di posisi 14 klasemen sementara, namun di sisa pertandingan musim ini, tim Mahesa Jenar bisa saja terjun ke zona degradasi.
Hal ini karena selisih poin PSIS (23 poin) sangat tipis dengan tiga tim peringkat terbawah atau yang menghuni zona merah, di antaranya Semen Padang (22 poin), PSS Sleman (22 poin), dan Madura United (21 poin).
Gilbert mengaku tekanan dalam momen saat ini sangat tinggi.
"Tekanannya lebih."
"Lebih sulit situasinya."
Baca juga: Semangat Pemain Muda PSIS Belum Memudar, Targetkan Menang Kontra Persebaya Surabaya
"Ketika di posisi papan bawah rasanya takut untuk kalah," kata Gilbert saat ditemui di Lapangan Wisesa Mranggen, Sabtu (8/3/2025) sore.
Gilbert mengatakan, ia juga terus memantau hasil pertandingan tim-tim pesaing di papan bawah.
Di sisi lain, Gilbert juga berharap saat menghadapi Persebaya timnya mampu meraih kemenangan, atau minimal membawa pulang satu poin.
Kemudian setelah laga melawan Persebaya, PSIS akan menantang Madura United.
Ia menegaskan laga lawan Madura United timnya wajib menang.
"Persaingan sangat ketat di papan bawah, PSS kemarin menang, Persis Solo berhasil imbang," tambahnya.
Gilbert mengatakan, ia optimis timnya masih mampu bangkit di sisa laga Liga 1 musim ini.
Melihat permainan tim pada dua laga terakhir, meski dengan komposisi pemain muda, PSIS bermain bagus.
Bahkan banyak peluang yang harusnya menjadi gol.
"Saat melawan Arema FC kita main bagus dan menahan imbang mereka."
"Lalu melawan Persija, kami dapat peluang bagus baik di babak pertama dan babak kedua."
"Jadi meski kalah, kami sebetulnya tidak pantas menerima kekalahan itu," ungkapnya. (*)
Baca juga: Kecewanya Gilbert Agius Usai PSIS Gagal Bawa Pulang Poin karena Dikalahkan Persija Jakarta
| PSIS Semarang Krisis Lini Belakang Jelang Laga Hidup Mati Lawan Persiku Kudus |
|
|---|
| Tiga Kali Kalah 1-0 dari Barito Putera, Begini Kata Pelatih PSIS Semarang |
|
|---|
| Kalah di Kandang, PSIS Semarang Terancam Masuk Zona Degradasi |
|
|---|
| PSIS Bawa Misi Balas Dendam Hadapi Barito Putera, Kemenangan Lawan Persipal Suntik Percaya Diri |
|
|---|
| Kondisi Terkini Gelandang PSIS Fridolin Yoku: Terancam Absen Lawan Barito Putera, Siap-siap Operasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pemain-psis-sandi-ferizal-dibayangi-pemain-persija-jakarta.jpg)