Sabtu, 18 April 2026

Polemik Band Sukatani

Komnas HAM Belum Bisa Bertemu Novi Sukatani, Minta Bantuan Bupati Purbalingga

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM belum bisa bertemu Novi Citra Indriyati, vokalis Band Sukatani.

ist/dok pemkab purbalingga
KUNJUNGAN KOMNAS HAM: Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif (kedua kanan) saat bertemu dengan pihak Komnas HAM untuk memberikan dukungan terhadap vokalis Band Sukatani, Novi Citra Indriyati pada Rabu 5 Maret 2025. ist/dok Pemkab Purbalingga  

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM belum bisa bertemu Novi Citra Indriyati, vokalis Band Sukatani.

Sukatani menjadi kontroversi usai muncul video klarifikasi mereka meminta maaf kepada institusi Polri setelah meluncurkan lagu Bayar Bayar Bayar.

Komnas HAM pun meminta Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif untuk meminta dukungan Pemkab Purbalingga sebagai pemangku wilayah.

Baca juga: Band Punk Sukatani Tegas Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Mengaku Diintimidasi Polisi Sejak Juni 2024

Komnas HAM ditemui Fahmi M Hanif dan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani pada Rabu (5/3/2025) di ruang rapat.

Pada keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com pada Kamis (6/3/2025) Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM, Komnas HAM RI, Imelda Saragih selaku pimpinan rombongan menyatakan, harapannya agar Pemkab Purbalingga dapat memberikan dukungan perlindungan terhadap Novi saat kembali ke Purbalingga.

"Meski kami belum bisa menghubungi mbak Novi secara langsung, mungkin dari kejadian ini dia ada rasa tertekan, terintimidasi."

"Mungkin dari Pemkab bisa menjamin rasa nyaman ketika dia kembali ke rumah. Karena mungkin ada ketakutan akan cibiran atau bullying warga sekitar atau rekan sesama pengajar," kata Imelda.

Baca juga: Ahmad Dhani Tawari Novi Vokalis Band Sukatani Jadi Staf Ahlinya di DPR RI

Dirinya turut mengapresiasi kepada Bupati Fahmi atas respon cepat serta menawarkan Novi untuk bekerja kembali ketika dinyatakan diberhentikan dari tempat kerja sebelumnya sebagai guru swasta di Kabupaten Banjarnegara.

Meski demikian, Imelda juga menginformasikan saat ini Novi belum ingin terbuka dalam pendampingan psikologis di Jakarta. 

"Kami akan terus mencoba untuk melindungi dan memastikan warga kami agar masyarakat kami bisa aman, tentram dan saya sangat berharap ke depannya mbak Novi bisa kembali seperti semula, melakukan aktifitas seperti biasanya."

Baca juga: Novi Citra Indriyati Vokalis Band Sukatani Ternyata Sosok Wanita Sederhana

"Insya Allah kami dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga apa yang bisa kami support akan kami usahakan," jelas Bupati Fahmi.

Bupati Fahmi juga menyatakan ingin membangun pemerintahan yang kolaboratif.

Bersama Forkopimda dirinya ingin berada dekat dengan masyarakat sehingga dapat memahami betul-betul apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Saya harap perihal ini dapat terselesaikan dengan baik dan juga mendapatkan solusi yang baik dari berbagai pihak kepada mbak Novi dan keluarganya."

"Nanti apapun yang dibutuhkan dari pemerintah kabupaten siap untuk mensupport hal ini, Insyaallah siap kami siap support dan kolaborasi," katanya. 

Bupati juga mengakui bahwa ia pernah menawarkan Novi untuk menjadi guru di Kabupaten Purbalingga.

Meski saat ini ada larangan pengangkatan honorer, Bupati Fahmi bisa mengupayakannya untuk mengajar di sekolah swasta. (*)

Baca juga: Ikut Pantau Masalah Sukatani, Mendikdasmen Pastikan Soal Pemecatan Novi Sudah Ada Jalan Keluar

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved