Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Jateng

Pekerja Migran Indonesia asal Cilacap Jadi Paling Banyak se-Jateng, Banyumas Keempat

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah atau Disnakertrans Jateng mencatat peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) setiap tahunnya.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI PEKERJA MIGRAN - Para buruh/pekerja pabrik garmen di Kalibagor, Banyumas, sedang melakukan aktivitas produksi. Pekerja migran Indonesia asal Cilacap menjadi yang terbanyak di Jateng. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah atau Disnakertrans Jateng mencatat peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) setiap tahunnya.

Kabupaten Cilacap menyumbang paling banyak pekerja migran Indonesia dari Jateng. 

Pada 2023, jumlah PMI dari Jateng mencapai 64.566 orang, naik menjadi 66.611 orang pada 2024, dan per Februari 2025 sudah mencapai 5.596 orang.

Baca juga: Hongkong-Taiwan Jadi Favorit Pekerja Migran asal Jateng

Berdasarkan data Disnakertrans Jateng, lima kabupaten/kota dengan jumlah PMI terbanyak pada 2025 adalah:

  • Cilacap: 1.099 orang
  • Kendal: 777 orang
  • Brebes: 536 orang
  • Banyumas: 353 orang
  • Grobogan: 333 orang
  • Pati: 333 orang
  • Sragen: 239 orang
  • Wonosobo: 211 orang

Dari total pekerja migran, mayoritas adalah perempuan sebanyak 4.310 orang, sementara laki-laki hanya 1.286 orang.

Negara tujuan utama PMI asal Jateng adalah Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura, diikuti oleh Arab Saudi, Korea Selatan, dan Brunei Darussalam. 

Sementara itu, permintaan tenaga kerja di Jerman, Inggris, Austria, Polandia, Jepang, dan Korea Selatan juga terus meningkat.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, menilai bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya peluang kerja di luar negeri yang semakin besar. 

"Kami mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan keterampilan bagi calon pekerja migran," terangnya, Selasa (25/2/2025).

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jateng, Pujiono, mengingatkan agar calon pekerja migran melengkapi syarat dan kompetensi sebelum berangkat untuk menghindari risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Pastikan semua dokumen dan kompetensi terpenuhi agar tidak menjadi pekerja migran ilegal," imbuhnya. (*)

Baca juga: 5 Pekerja Migran Indonesia Ditembak Petugas Patroli Malaysia, 1 Orang Tewas

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved