Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Kudus

42 SD dan SMP di Kudus Kebanjiran, Beberapa Sekolah Diliburkan

Banjir kembali melanda Kabupaten Kudus. Hingga Jumat pagi, banjir masih menggenangi 42 SD dan SMP.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MASUM
KERJA BAKTI - Siswa SDN 5 Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kebupaten Kudus, Jawa Tengah, membersihkan lumpur sisa banjir yang masuk ruang kelas mereka, Jumat (7/2/2025). Sebanyak 42 SD dan SMP di Kudus terendam banjir sejak Kamis hingga Jumat pagi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Banjir kembali melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2025) malam.

Selain permukiman, hingga Jumat (7/2/2025), banjir menggenangi 42 SD dan SMP di enam kecamatan.

Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur Kota Kretek tiga hari terakhir.

Akibatnya, debit Sungai Dawe dari lereng Gunung Muria meningkat hingga meluap.

Data yang diterima, SD dan SMP terdampak banjir itu ada di Kecamatan Kota Kudus, Kaliwungu, Jati, Bae, Jekulo, dan Mejobo.

Tiga sekolah dasar di Kecamatan Bae, yaitu SDN 1 Ngembalrejo, SDN 3 Ngembalrejo, dan SDN 5 Ngembalrejo mengalami dampak banjir yang cukup parah.

Semua ruangan di tiga sekolah tersebut terendam banjir disertai lumpur, dengan ketinggian air di dalam ruangan mencapai 50 sentimeter. 

Baca juga: 8 SD dan SMP Negeri di Kudus Masih Kebanjiran, Pembelajaran Dilakukan secara Daring

Hingga Jumat pagi, banjir masih menggenangi sebagian ruang kelas dan halaman di tiga sekolah itu.

Puluhan siswa di SDN 1 dan SDN 3 Ngembalrejo terpaksa diliburkan karena kondisi sekolah tidak memungkinkan untuk berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar. 

Terlebih, tempat tinggal mayoritas siswa SDN 1 dan SDN 3 Ngembalrejo juga kebanjiran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Ngembalrejo Kusmiyati menyampaikan, banjir menggenangi sekolahnya sejak Kamis malam, pukul 20.00 WIB.

Sejak saat itu, air bertambah cepat masuk ke ruang kelas, perpustakaan, dan kantor guur.

Semua ruang yang ada di SDN 1 Ngembalrejo terendam banjir. 

Sebanyak 26 siswa, kelas 1 sampai kelas 6, secara otomatis diliburkan karena rumah siswa juga kebanjiran.

Sementara aktivitas bersih-bersih sekolah dari air dan lumpur dilakukan guru dan tenaga kependidikan sejak Jumat pagi. 

Dengan harapan, genangan banjir segera surut dan aktivitas belajar mengajar bisa kembali dilakukan, Sabtu (8/2/2025).

"Banjir kali ini, fasilitas elektronik bisa diselamatkan. Kalau banjir tahun kemarin, ada yang tidak bisa terselamatkan," tuturnya.

Langganan Banjir

BANJIR - Banjir menggenangi halaman SDN 1 Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025).
BANJIR - Banjir menggenangi halaman SDN 1 Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025). (TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MASUM)

Hal senada juga dialami siswa dan guru SDN 3 Ngembalrejo. 

Para guru dan tenaga kependidikan harus berjibaku membersihkan sekolah dari air dan lumpur dampak banjir.

Sementara, di SDN 5 Ngembalrejo, siswa kelas 3,4,5, dan 6 bersama guru melakukan bersih-bersih dampak banjir. 

Kehadiran siswa bertujuan membantu para guru untuk membersihkan ruang kelas masing-masing, supaya besok bisa dipakai kembali.

Guru di SDN 5 Ngembalrejo, Taufik mengatakan, hujan lebat dalam beberapa hari terakhir sempat membuat waswas guru karena sekolah tersebut langganan banjir.

Sejak Kamis (6/2/2025) siang, semua guru sudah mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir dengan mengamankan semua fasilitas pendidikan, baik dalam bentuk barang elektronik maupun berkas-berkas administrasi.

"Laporan banjir mulai masuk ke halaman sekolah pada sore hari, setelah semua guru pulang, waktu itu pagi hingga siang hujan lebat."

"Beruntung, aset atau fasilitas sekolah masih ada yang bisa menyelamatkan."

"Untuk ketinggian air di dalam ruang kelas relatif sekitar 20 sentimeter, kalau di halaman sekolah lebih dari 1 meter," ujarnya.

Baca juga: Tak Mengejutkan, Bonggo Mundur dari Pelatih Persiku Kudus, Manajemen Belum Tunjuk Pelatih Karteker

Perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Bae, Ustadi, bersama Pengawas Sekolah Kecamatan Bae, Suripah, mengecek langsung sekolah-sekolah yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Bae, Jumat.

Kata Ustadi, peninjauan dilakukan untuk mengecek kondisi sekolah, sekaligus memastikan apakah ada fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. 

Selanjutnya, dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) untuk mendapatkan tindak lanjut.

"Laporan sekolah terdampak banjir yang kami terima, kami tinjau. Yang paling penting, memastikan bagaimana kondisi sekolah, kegiatan belajar siswa, serta kondisi fasilitas dan sarpras pendidikan. Semua hasil pengecekan kami laporkan ke dinas," terang dia.

Terbanyak Dialami SD

Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menjelaskan, ada kurang lebih 42 sekolah jenjang SD dan SMP di enam kecamatan yang terdampak banjir dan longsor. 

Sebanyak 40 di antaranya merupakan SD, dan sisanya SMP.

Di Kecamatan Kota Kudus, ada dua sekolah yang terdampak banjir, meliputi SDN 2 dan 3 Mlati Lor.

Di Kecamatan Jati, ada SD 1 Jati Wetan, SD 4 Jati Wetan, SD 4 Loram Kulon, SD 4 Ngembal Kulon, SD 2 Tanjung Karang, dan SD 2 Ngembal Kulon.

Di Kecamatan Kaliwungu, meliputi SD 1 Gamong, SD 2 Gamong, SD 2 Sidorekso, SD 2 Garung Kidul, dan SD 3 Mijen.

Di Kecamatan Mejobo dan Bae, banjir melanda SD 5 Jepang, SD 4 Payaman, SD 4 Golantepus, SD 4 Mejobo, SD 2 Tenggeles, SD 2 Mejobo, SD 5 Mejobo.

Kemudian, SD 2 Jojo, SD 2 Kesambi, SD 1 Mejobo, SD 4 Temulus, SD 1 Golantepus, SD 3 Mejobo, SD Islam Nurul Yasin, SD 1 Jojo, SD 2 Kirig. 

SD 1 Ngembalrejo Bae, SD 3 Ngembalrejo Bae, SD 2 Panjang Bae, TK pertiwi Ngembalrejo, dan SD 5 Ngembalrejo.

Di Kecamatan Jekulo, sekolah terendam banjir meliputi SD 2 Hadipolo, SD 3 Hadipolo, SD 2 Sidomulyo, SD 1, 3, dan 4 Sadang.

Sementara, dua SMP yang terdampak banjir adalah SMP 2 Mejobo dan SMP 2 Undaan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved