Berita Jateng
Kronologi Polisi Peras Pacaran di Semarang, Sempat Ancam Tembak Warga Saat Dikepung
Dua oknum polisi digerebek warga di Jalan Telaga Mas perumahan Tanah Mas Semarang Utara karena diduga melakukan pemerasan.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG-Dua oknum polisi digerebek warga di Jalan Telaga Mas perumahan Tanah Mas Semarang Utara karena diduga melakukan pemerasan.
Semula warga mengira kejadian itu adalah penarikan mobil dilakukan debt collector.
Berdasarkan data polisi dua oknum yang digerebek dan diamankan warga yaitu Aiptu K dan Aipda R.
Selain dua oknum polisi juga terdapat warga sipil berinisial S yang juga digerebek. Ketiganya diamankan Polsek Semarang Utara.
Sementara korban merupakan pasangan sejoli yang masih berstatus pelajar.
Kejadian itu terjadi 21.00 pada Jumat (31/1/2025). Piket fungsi Polsek Semarang Utara adanya kejadian pemerasan di Jl. Telaga Mas.
Baca juga: Awas Polisi Lapar, Dua Anggota Polrestabes Semarang Peras Pasangan Muda-mudi Rp 2,5 Juta
Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) adanya kerumunan massa yang mengepung mobil warna merah.
Awal kejadian pukul 20.20 korban parkir berada di daerah Terang Bangsa Semarang Barat bersama pacarnya mengendarai mobil sedan warna silver.
Kemudian didatangi mobil merah dan turun 3 orang selanjutnya menanyakan sedang apa.
Kemudian langsung mengambil kunci mobil korban.
Korban pria disuruh masuk mobil merah milik pelaku, dan kemudian pelaku meminta sejumlah uang sebesar Rp. 2,5 juta.
Selanjutnya korban dan pelaku menuju ATM di daerah Telaga Mas Semarang Utara.
Selanjutnya setelah membawa uang sebesar Rp 2,5 juta. Uang itu ditaruh di amplop kemudian diminta KTP dan kunci mobil korban.
Pacar korban berteriak-teriak dan massa datang. Karena massa pada datang banyak akhirnya uang korban dikembalikan sebesar Rp.1.000.000.
Aksi pemerasan itu dibenarkan Ergo warga setempat. Dirinya melihat korban wanita itu sedang berada di Indomaret. Korban wanita itu teriak-teriak minta tolong katanya dipalak polisi.
"Korban wanita itu buka pintu mobil pelaku kemudian terseret hingga beberapa meter. Perempuannya gembar-gemborkan (teriak-teriak). Saya langsung meminta tolong," ujarnya saat ditemui Tribun Jateng.com, Sabtu (1/2/2025).
Ergo melihat di dalam mobil merah itu terdapat tiga orang pelaku dan satu orang korban yang dibawa polisi. Korban laki-laki saat itu akan mengambil kunci mobilnya yang dibawa pelaku.
"Yang laki-laki sudah ditendang-tendang tapi tidak mau dan masih bertahan di mobil," tuturnya.
Kejadian itu memancing warga mengepung mobil pelaku. Warga sudah mencoba jalur kekeluargaan namun tidak direspon pelaku.
Baca juga: Ambisi Sudi Abdallah Bawa PSIS Amankan 9 Poin di Tiga Laga Kandang
Bahkan pelaku mengancam akan menembak warga yang tidak mau menjauh dari mobilnya.
"Yang tidak mau minggir mau ditembak sama pelaku. Saya juga diancam pas nyegat (ngepung). Katanya mas kamu yang halangi tak tembak," jelasnya.
Ia mengatakan warga yang mengepung diperkirakan lebih dari 50 orang. Hingga akhirnya pengemudi mobil merah menyerah dan diinterogasi warga.
"Sopirnya dipinggirin dan diinterogasi warga. Suruh lepas masker tidak mau. Akhirnya dipaksa warga," tandasnya.
Terkait kejadian itu, Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso saat dihubungi awak media menyebutkan bahwa perkara itu telah dilimpahkan ke Polrestabes Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Polisi-palak-warga-di-semarang.jpg)