Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

Awas Bahaya Mengintai, Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Junk Food Berlebih

Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Blora, Dicky Nur Wahyu Febrianto, mengatakan masyarakat harus mengontrol kebiasaan mengonsumsi junk food

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Istimewa/net
Ilustrasi junk food, yang tidak baik bagi kesehatan 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (junk food) berlebihan tidak baik untuk kesehatan.


Bahkan ada beberapa penyakit yang mengintai, jika kebiasaan mengonsumsi junk food sudah berlebih.


Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Blora, Dicky Nur Wahyu Febrianto, mengatakan masyarakat harus mengontrol kebiasaan mengonsumsi makanan junk food.


"Terkait makanan junk food atau makanan cepat saji itu memang harus benar-benar bisa memilih."


"Jadi kita memang sebaiknya berpedoman gizi seimbang, salah satunya bisa menerapkan beraneka ragam makanan, terus kita jangan lupa membaca label pada kemasan, itu kita perhatikan," jelasnya, Rabu (29/1/2025).

Baca juga: Menteri PUPR Klaim Tanggul Permanen di Grobogan Kuat Bertahan Hingga 20 Tahun


Lebih lanjut, Dicky mengatakan tidak semua makanan cepat saji dikatakan buruk, hanya saja harus dibatasi.


"Tentunya yang namanya makanan yang mengandung tambahan bahan pangan, akan berpengaruh pada kesehatan kita ya."


"Karena semua akan diolah oleh tubuh, tapi sesuatu yang berlebihan tentunya kurang baik, akan berpengaruh pada fungsi organ tubuh kita," jelasnya.


Menurut Dicky, beragam penyakit yang mengintai karena berlebihan mengonsumsi makanan cepat saji di antaranya, diabetes, hipertensi dan lain sebagainya.


"Contohnya yang mengintai itu bisa menyerang fungsi ginjal, kalau banyak gula yang berlebih dari porsi harian itu juga mengintai diabetes, kita makan yang mengandung garam berlebih itu juga mengancam hipertensi, lebih ke penyakit yang tidak menular tentunya. Dan itu tidak memandang usia muda dan tua," jelasnya.


Oleh karena itu, Dicky menyarankan agar masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat, tidak sekadar makanan yang enak.


"Makanan sehat hari ini, Insyaaallah itu investasi sehat di kemudian hari," ujarnya.(Iqs)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved