Senin, 13 April 2026

JATENG DiKEPUNG BANJIR DAN LONGSOR

9 Kecamatan di Kendal Ikut Terkena Banjir dan Longsor: Terparah di Patebon dan Pegandon

Data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Kendal, banjir terparah terjadi di Kecamatan Patebon dan Pegandon yang terdampak jebolnya tanggul Kali Bodri.

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Rustam Aji
TRIBUN JATENG/Agus Salim 
Banjir masih menggenangi Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal imbas jebolnya tanggul Kali Bodri, Selasa (21/1/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Sembilan (9) dari 20 kecamatan di kabupaten Kendal secara berurutan, terdampak banjir dan longsor, Senin (20/1/2025) malam hingga Selasa (21/1/2025) pagi.

Banjir diakibatkan dari sejumlah sungai yang meluap, dan menggenangi pemukiman, jalan raya, serta area pertanian.

Data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Kendal, banjir terparah terjadi di Kecamatan Patebon dan Pegandon yang terdampak jebolnya tanggul Kali Bodri.

Titik tanggul jebol berada di Desa Lanji memiliki ketinggian 6 meter dengan panjang 12 meter dan lebar tanggul 15 meter.

Baca juga: Terendam Banjir hingga 1,5 Meter, Sekolah di Pantura Kendal Diliburkan

Kemudian titik kedua berada di Dukuh Babadan Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon yang memiliki ketinggian 5 meter dengan panjang 25 meter dan lebar 8 meter.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah menerangkan terdapat 6 kecamatan dilanda banjir yang meliputi, Kecamatan Patebon, Cepiring, Boja, Rowosari, Patean dan Kecamatan Kendal.

Sedangkan 3 kecamatan lainnya yakni Kecamatan Sukorejo, Plantungan, dan Limbangan dilanda tanah longsor.

“Untuk wilayah Kecamatan Boja dan Patean, dua kecamatan itu juga terdampak bencana banjir,” kata Huda sapaan akrabnya ditemui di posko pengungsian Dishub Kendal, Selasa (21/1/2025) petang.

Baca juga: Ribuan Warga Terdampak Banjir, Pemkab Batang Bagikan Bantuan Logistik di Pengungsian

Imbasnya, warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara aktivitas sehari-hari seperti sekolah dan kantor terhambat akibat jalan yang terendam air.

Pihak BPBD bersama dengan TNI, Polri, dan relawan sedang melakukan upaya evakuasi warga serta mendirikan posko-posko bantuan untuk kebutuhan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.

"Terparah memang yang terdampak di Kali Bodri ini, kami sudah mendirikan 6 posko pengungsian. Kemudian juga sudah ada beberapa titik dapur umum," paparnya.

Baca juga: Jateng Darurat Bencana Hidrometeorologi, Polda Jateng Kerahkan Pasukan Taktis Bencana

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Kendal terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kendal, Sudaryanto pun meminta warga di sekitar tanggul Kali Bodri untuk waspada terhadap potensi banjir susulan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait. Ini kalau daerah atas hujan deras, yang di Kalibodri airnya pasti kencang,” ujar Sudaryanto ditemui di ruang Ngesti Widhi Pendopo Kabupaten Kendal, Selasa (21/1/2025). (ags)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved