Minggu, 19 April 2026

JATENG DiKEPUNG BANJIR DAN LONGSOR

Rumah Pendeta dan Pak Carik Ikut Diterjang Longsor di Petungkriyono Pekalongan

Desa Kasimpar yang berada di dekat lokasi longsor dinyatakan aman, longsor tidak merusak pemukiman di desa tersebut. 

|
Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Dina Indriani/Tribun Jateng
Pencarian dan evakuasi korban longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sebanyak 600 petugas gabungan dan empat anjing pelacak dikerahkan pada hari kedua evakuasi dan pencarian korban hilang longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1/2025).

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Rizky Aditya, mengungkapkan bahwa operasi pembersihan dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan.

"Yang akan kita bersihkan yang pertama adalah akses menuju lokasi, di sana ada tiga titik longsoran kecil di jalan.

Baca juga: Anjing Pelacak Dikerahkan untuk Cari 9 Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan yang Belum Ditemukan

Tim gabungan tersebut terdiri dari 600 personel dan empat anjing pelacak," tuturnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Rizky Aditya menjelaskan bahwa upaya pencarian difokuskan di dua lokasi utama, yaitu rumah Pak Carik dan Cafe Allo.

Selain itu, tim juga menyusuri aliran sungai yang menuju ke Sungai Welo, karena dikhawatirkan ada korban yang hanyut terbawa arus.

Baca juga: Ngeri Dampak Banjir di Grobogan, Rel Kereta Api Ambles Sampai 3 Meter hingga Rute Dialihkan

"Kejadian ini mengakibatkan banyak korban, jadi di bawah sana ada dua rumah, yaitu rumah pendeta dan rumah Pak Carik, serta satu kafe. Ketiga bangunan utama ini menjadi pusat bencana," tambahnya.

Rumah Pak Carik menjadi tempat berteduh sementara bagi orang-orang yang menuju ke Petungkriyono ketika hujan deras turun.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kabupaten Pekalongan dan Batang Dilanda Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Mereka merasa aman berlindung di sana karena lokasinya jauh dari tebing. 

Sedangkan di Cafe Allo, sedang berlangsung acara keluarga yang juga menunggu hujan reda.

Sementara itu, rumah pendeta yang juga terdampak longsor tidak terdapat penghuni saat kejadian.

Desa Kasimpar yang berada di dekat lokasi longsor dinyatakan aman, longsor tidak merusak pemukiman di desa tersebut. 

Letkol Inf Rizky menyebut fokus pencarian berada di rumah Pak Carik dan Cafe Allo, dengan perkiraan sementara jumlah korban yang berada di lokasi tersebut sekitar 20 hingga 30 orang.

Baca juga: Sejumlah Wisatawan Ikut Jadi Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan

Data saat ini 17 korban meninggal dunia, 13 luka-luka dan 9 orang hilang.

"Adapun yang longsor adalah rumah yang berada di bawahnya dan kafe tersebut.

Saat ini, kita masih berfokus pada pencarian 9 orang yang hilang. Mudah-mudahan tidak ada tambahan jumlah korban hilang," pungkasnya.(din)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved