Kuliner
Keong jadi Kuliner Legendaris Murah Meriah di Kudus, Hanya Rp 5.000 Perporsi
Kuliner murah meriah berbahan dasar keong tersebut mengandung cita rasa khas masakan pedesaan yang dikelola dengan racikan bumbu khusus.
Penulis: Saiful Masum | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kudus menjadi salah satu surganya kuliner di Jawa Tengah.
Di antara kuliner yang cukup terkenal adalah keong sruput.
Kuliner murah meriah berbahan dasar keong tersebut mengandung cita rasa khas masakan pedesaan yang dikelola dengan racikan bumbu khusus.
Biasanya dimasak berkuah cocok disantap ketika musim hujan.
Menu kuliner keong sruput banyak dijumpai di warung-warung makan yang tersebar di wilayah Kecamatan Undaan, seperti contoh Desa Karangrowo, satu di antara desa yang dikenal dengan kuliner keong sruput.
Nama keong sruput kini sudah menjadi primadona kuliner khas Kota Kretek bersama Lentog, Soto Kerbau, Sate Kerbau, dan Nasi Jangkrik.
Baca juga: Masakan Keong Sawah Bu Lani Purwokerto Diburu Warga, Camilan Wajib warga Banyumas saat Berbuka Puasa
Bahkan, keberadaan keong sruput kini sudah bisa ditemukan di berbagai warung makan yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kudus. Termasuk keong sruput Bu Puji Rahayu hadir setiap hari di Kafe Celosia Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Keong sruput buatan Ibu Puji dibandrol hanya Rp 5.000 per porsi. Harga jual yang sangat ramah di kantong, cocok sebagai kuliner di musim dingin juga musim panas.
Warung kuliner Ibu Puji buka setiap hari di Kafe Celosia Jati Kulon mulai pukul 09.00 - 17.00 WIB.
Dalam sehari, Puji bisa menghabiskan 3-10 kilogram keong yang dimasak dengan cita rasa khas kuah bening, dilengkapi dengan daun singkil yang dipercaya mengandung banyak manfaat kesehatan.
Konsep kuah bening diambil agar tampil berbeda dengan menu keong sruput pada umumnya yang dimasak dengan kuah keruh.
Dengan harapan, konsumen penikmat keong sruput bisa menikmati keong dengan kuahnya hingga habis.
Baca juga: Kraca atau Keong Sawah, Makanan Banyumas yang Diburu saat Ramadan, Bisa Masak 100 Kg Sehari
"Beda keong sruput buatan saya dengan keong sruput pada umumnya ada di jenis kuah. Saya sukanya kuah bening, biar lebih seger saja ketika menyantap keong. Untuk bumbu racikan sendiri, banyak yang bilang rasanya beda, lebih ngena di lidah," terangnya, Selasa (21/01/2025).
Puji Rahayu mulai berjualan keong sruput sejak 2017. Pada mulanya, perempuan 38 tahun tersebut sekadar buruh dagang di Pasar Bitingan.
Kondisi ekonomi keluarga kala itu membuka kemauan Puji untuk terlibat langsung berkecimpung memulai dunia usaha sendiri di bidang kuliner.
| Efek Viral "Ganjel Rel": Polemik Cagar Budaya Malah Dongkrak Penjualan Kue Gambang Semarang |
|
|---|
| Awalnya Iseng, Nasi Padang Keliling 'Tambuah Ciek' Justru Jadi Primadona Warga Purwokerto |
|
|---|
| Pedangan Suket: Kuliner Malam ala Pasar di Gang Kecil Tengah Kota Purwokerto |
|
|---|
| Video Menikmati Soto Belimbing Sokaraja: Ketika Kelezatan Tradisi Berpadu dengan Jaminan Halal |
|
|---|
| Es Dawet Pak Kasmim di Purwokerto Tetap Diminati di Tengah Minuman Kekinian, Sehari Habis 10 Ember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/keong-lezat.jpg)