Berita Wonosobo
Dilaporkan Polisi, Ketua DPC Gerindra Wonosobo Bantah Lakukan Penganiayaan Anak Caleg
Ketua DPC Gerindra Wonosobo Sumardiyo membantah melakukan penganiayaan yang dilaporkan ke polisi. Meski begitu, dia siap menjalani proses hukum.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sepuluh bulan sejak pelaporan dibuat, tepatnya 14 Februari, kasus dugaan penganiayaan dengan terlapor Ketua DPC Gerindra Wonosobo Sumardiyo, belum menunjukkan perkembangan.
Terkait hal ini, pihak pelapor yang diwakili kuasa hukumnya, Wisnu Harto, mendesak kepolisian menuntaskan kasus ini.
Laporan ini dibuat Muhammad Aqil Mubarok, anak seorang caleg Gerindra.
Menanggapi kasus ini, Ketua DPC Partai Gerindra Wonosobo Sumardiyono menyatakan siap mengikuti semua prosedurr hukum yang sedang berjalan.
"Kami ini kan warga negara Indonesia dan masyarakat yang baik, artinya, proses hukum ini tetap berjalan di Polres Wonosobo dan akan saya ikuti," kata Sumardiyo yang kini menjabat wakil ketua DPRD Wonosobo, di kediamannya, Sabtu (14/12/2024).
Baca juga: Gerindra Wonosobo Diguncang Kasus Dugaan Kekerasan Anak Caleg, Ini Kata Ketua DPC Sumardiyo
Sumardiyono pun siap memenuhi panggilan polisi jika harus memberi keterangan.
Hanya saja, dia menegaskan, pemanggilannya untuk diperiksa, harus mengikutii mekanisme khusus lantaran jabatannya sekarang di institusi wakil rakyat.
"Semua ada mekanismenya. Kepolisian juga proses hukum pasti masih berjalan. Karena kemarin habis pilkada, mungkin yang diutamakan untuk umum dulu, kalau saya kan kasus pribadi."
"Saya yakin, proses hukum tetap berjalan. Kami tetap menunggu panggilan dari kepolisian dan siap hadir," terangnya.
Bantah Lakukan Penganiayaan
Menanggapi tuduhan penganiayaan yang ditujukan korban kepada dirinya, Sumardiyo membantah.
Baca juga: Tok, UMK Wonosobo Tahun 2025 Disepakati Naik Rp 140.346
Ia menerangkan, pada waktu kejadian, dirinya hanya akan melakukan klarifikasi terkait pelaporan dari kader di lapangan soal ancaman untuk memilih calon legislatif tertentu dari pelapor.
Ia menegaskan, pihaknya hanya ingin bertemu untuk melakukan klarifikasi terkait hal itu, namun berujung adanya pelaporan kasus penganiayaan.
"Maksud pelaporan, saya juga tidak tahu. Saya tidak merasa melakukan penganiayaan, tidak melakukan apa-apa, banyak saksi yang melihat."
"Kalau dia ingin melaporkan, silakan, hak dia. Nanti dibuktikan di proses hukum," tandasnya. (*)
| Tragedi di Sungai Serayu: Santriwati Asal Temanggung Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus |
|
|---|
| Di Depan 2.200 Peserta, Ahmad Luthfi Ajak Generasi Muda Wonosobo Perangi Hoaks Lewat Konten Positif |
|
|---|
| Pergi Ke Dieng Wonosobo Kini Bisa lewat Jalur Jengkol-Tologo, Pemandangan Gunung Sumbing dan Sindoro |
|
|---|
| Wonosobo Expo 2026: Koperasi Merah Putih Mulai Unjuk Gigi,Targetkan Perluasan Anggota dan Unit Usaha |
|
|---|
| Wonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stan Ramaikan Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ketua-dpc-gerindra-wonosobo-sumardiyo-wakil-ketua-dprd-wonosobo-sumardiyo.jpg)