Berita Jateng
BPOM Akui Sulit Ungkap Bos Pabrik Koplo di Semarang
Para pelaku sudah berupaya antisipasi sedemikian rupa sehingga untuk mengungkap kasus narkotika tidak semudah itu.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Ternyata pelaku sudah mengantisipasi dengan melakukan undercover atau pembelian terselubung.
Hal yang sama ketika melakukan penelusuran transaksi perbankan, penyidik sudah melakukan upaya pencarian. "Rupanya transaksi cash jadi tidak ada bukti (transaksi)," ujarnya.
Tak hanya itu, penelusuran dilakukan pula lewat jalur komunikasi dan identitas kendaraan. "Ada beberapa nama berpeluang menjadi potensial suspect tetapi saat ini masih sedang dalami keberadaannya secara terus menerus," terangnya.
Di tengah kondisi tersebut, BPOM RI akhirnya memutuskan pemusnahan dan penyisihan untuk barang bukti pengadilan supaya mencegah terjadinya kebocoran dan beredarnya kembali barang yang dilarang hukum.
"Kami melakukan pemusnahan barang bukti karena belum adanya kepastian pelaku kapan bisa tertangkap sementara barang bukti akan terus menerus dalam kondisi tersimpan yang bisa menimbulkan bahaya," jelasnya.
Sementara, Kepala BNNP Jateng Agus Rohmat mengatakan, kasus ini tidak mudah apalagi ini masalah narkoba yang menggunakan modus operandi sel terputus.
Baca juga: Merasa Terbebani, Opsen Pajak Bikin Agung Urung Beli Sepeda Motor Baru Tahun Depan
Para pelaku sudah berupaya antisipasi sedemikian rupa sehingga untuk mengungkap kasus narkotika tidak semudah itu.
"Tidak semudah mengungkap kasus kriminal lainnya," terangnya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Pabrik-pil-koplo-semarang.jpg)