Kamis, 28 Mei 2026

Berita Pendidikan

Pemerintah Siapkan 4 SMA Unggulan Gratis, Lulusan Diproyeksikan Masuk Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

Pemerintah berencana membangun empat sekolah unggulan gratis jenjang SMA di beberapa daerah pada 2025.

Tayang:
Editor: rika irawati
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro. Satryo mengungkap rencana pemerintah membangun SMA unggulan pada 2025. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana membangun empat sekolah unggulan gratis jenjang SMA di beberapa daerah pada 2025.

Sekolah unggulan ini diharapkan bisa menghasilkan sumber daya manusiaa (SDM) terbaik.

Rencana ini diungkap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Selain sekolah unggulan baru,  pemerintah juga melakukan pembaruan sekolah yang sudah ada, menjadi sekolah unggulan. 

"Mulai tahun depan, kami mulai merancang untuk membangun empat SMA."

"Dan kami upgrade, ada empat SMA unggulan berasrama yang sudah ada sekarang. Kami upgrade supaya masuk level yang internasional," kata Prof Satryo, Jumat (6/12/2024), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kuota Jalur Afirmasi PPDB SMA Negeri Jateng Baru Terisi 30 Persen, Pendaftar Belum Verval di Dinsos

Prof Satryo mengungkapkan, empat sekolah yang bakal di-upgrade menjadi sekolah unggulan adalah SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, hingga SMAN Bali Mandara. 

Nantinya, tambah Prof Satryo, biaya pendidikan di sekolah unggulan gratis alias dibiayai negara. 

"Negara yang bayar (gratis)," ujarnya. 

Kurikulum di Atas SMA Umum

Menurut Prof Satryo, konsep sekolah unggulan adalah menyiapkan anak didik masuk ke perguruan tinggi terbaik di dunia.

Itu sebabnya, kurikulum yang digunakan setara dengan program pre-university.

Sekolah unggulan ini juga menerapkan sistem asrama.

"Kita kategorikan dia (sekolah unggulan) sebagai pre-university. Jadi, SMA unggulan berasrama itu, dan kurikulumnya SMA yang unggulan tersebut di atas kurikulum rata-rata SMA kita. Makanya, (proyek sekolah unggulan) di tempatkan di Dikti," ungkapnya. 

Baca juga: Harunya Kisah Anak Yatim Diterima Sekolah Gratis di SMKN Jateng Semi Boarding: Tidak Membebani Ibu

Prof Satryo mengatakan, lulusan sekolah unggulan yang masuk perguruan tinggi terbaik di dunia diproyeksikan untuk pulang ke Indonesia guna memajukan kampus. 

Meski harus pulang, lulusan sekolah unggulan diperkenankan menetap sementara di negara tempat kuliah jika belum mendapatkan pekerjaan di Indonesia. 

"Pulang, bantu kampus kita. Atau yang belum bisa pulang karena tempatnya nggak ada. Di situ dulu, berapa lama? 4-5 tahun silakan ambil ilmu. Ambil semua pengetahuan, bawa ke Indonesia lagi, kita pulang ke Indonesia," jelas Prof Satryo. (Kompas.com/Sania Mashabi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemendikti Akan Bangun 4 SMA Unggulan, Siswa Tak Dipungut Biaya".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved