Sabtu, 11 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris di Solo Raya

Cegah Muncul Lagi Terduga Teroris di Jateng, Kesbangpol Minta Warga Rangkul Pendatang

Kesbangpol Jateng mengajak masyarakat ikut mencegah tindak pidana terorisme lewat merangkul pendatang aktif bermasyarakat.

Editor: rika irawati
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Ilustrasi. Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Perumahan Villa Syariah Bunga Tanjung RT 1 RW 8, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (1/8/2024). Senin (4/11/2024), Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di tiga wilayah di Jateng. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Tengah (Kesbangpol Jateng) mengajak masyarakat ikut mencegah tindak pidana terorisme.

Masyarakat diminta merangkul pendatang yang tinggal di daerahnya untuk aktif bermasyarakat. 

Ajakan ini disampaikan Kepala Kesbangpol Jateng Haeruddin menyikapi penangkapan terduga teroris di tiga wilayah berbeda di Jawa Tengah pada Senin (4/11/2024).

"Mereka (teroris) cenderung tidak melakukan aksi di lingkungannya sendiri." 

"Makanya, masyarakat yang kedatangan tamu atau ketempatan orang dari luar, supaya lebih waspada, responsif, untuk memastikan bahwa pendatang baru itu dipastikan aman," kata Haeruddin saat ditemui di kantornya, Selasa (5/11/2024).

Dia juga mendorong deteksi dini lewat kebijakan tamu wajib lapor 1x24 jam di setiap RT.

Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris di Karanganyar Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Bikin Warga Penasaran

Meski begitu, Haeruddin meminta masyarakat tidak takut atas insiden penangkapan terduga teroris di Jateng.

Pihaknya bakal terus melakukan deteksi dini di daerah-daerah yang rawan terpapar aksi terorisme.

Khususnya, di lokasi penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kudus, Demak, dan Kota Solo.

 "Locus penangkapan di tiga kabupaten yang rawan. Itu termasuk kabupaten yang kita fokuskan, karena terkait dengan memang ada kerawanan di tempat itu. Tiga daerah kemarin, Demak, Kudus, Solo, termasuk rawan," ujar Haerudin.

Dia menyebut, eks narapidana teroris (napiter) yang telah mengikuti rehabilitasi telah kembali ke ideologi NKRI. 

Namun, Solo Raya termasuk daerah yang diwaspadai karena sejumlah napiter pernah ditangkap di sana. 

"Eks atau mantan (napiter) itu juga ada di tiga wilayah itu."

"Ketika menyebut 3 kabupaten itu, Solo itu kan sebenarnya Karanganyar, Sukoharjo, itu termasuk tempat-tempat yang perlu diwaspadai," kata dia. 

Sisir Media Sosial

Haeruddin menambahkan, jaringan ISIS dan sejenisnya aktif di media sosial. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved