Minggu, 3 Mei 2026

Berita Jateng

Mufid Gagal Selamatkan Pamannya yang Terbakar di Pekarangan Kebumen hingga Meninggal

ia langsung mengecek sumber api dan menemukan bahwa api berasal dari tumpukan daun dan ranting bambu

Tayang:
Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Warga Rowokele Kebumen tewas terbakar di tengah kobaran api 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN– Seorang kakek lansia bernama Supardi (84), warga Desa/Kecamatan Rowokele, Kebumen, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tragis.

Tubuhnya terbakar saat membakar daun dan ranting bambu di pekarangan rumahnya. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2024, sekitar pukul 11.00 WIB.

Kejadian bermula ketika Nurul Mufid (40), keponakan korban, melihat api menyala di belakang rumahnya. Saat itu, ia langsung mengecek sumber api dan menemukan bahwa api berasal dari tumpukan daun dan ranting bambu yang mengering di pekarangan belakang rumah.

Namun, ia belum menyadari bahwa pamannya, Supardi, berada di lokasi kebakaran.

Setelah mengecek kondisi di sekitar rumah, Mufid melihat sepeda ontel milik pamannya berada di depan rumah. Mufid pun memutuskan untuk mencari keberadaan sang paman di dalam rumah, namun tidak menemukan Supardi di sana.

Kecurigaannya pun muncul, dan ia kembali mengecek ke sumber api di belakang rumah.

Baca juga: Program Food Estate di Temanggung Wonosobo Era Jokowi Dinilai Gagal, Tapi Akan Dilanjutkan

Saat mendekati api, Mufid terkejut melihat tubuh pamannya berada di tengah kobaran api dalam kondisi yang memprihatinkan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Mufid berusaha menarik korban dari api yang menyala, namun sayangnya nyawa Supardi sudah tidak bisa diselamatkan.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Plt Kasihumas Polres Kebumen, Aiptu Nanang Faulatun, menjelaskan bahwa berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Polsek Rowokele dan Tim Inafis Polres Kebumen, kuat dugaan peristiwa ini merupakan murni kecelakaan.

"Dari hasil penyelidikan awal di lokasi, kami menduga bahwa ini adalah kecelakaan. Korban mungkin terpeleset atau terjebak di tengah kobaran api saat membakar sampah di pekarangannya," ujar Aiptu Nanang.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Rowokele tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda penganiayaan. Semua indikasi mengarah pada kecelakaan akibat kebakaran," tambahnya.

Baca juga: Pernyataan Dandim Blora soal Helikopter TNI AD Mendarat Darurat di Sawah Randublatung

Supardi dikenal sebagai sosok yang aktif meski usianya sudah lanjut. Ia kerap melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk membersihkan pekarangan rumahnya. 

Atas kejadian ini, pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas dan menyatakan bahwa mereka tidak akan menuntut pihak manapun karena menganggap peristiwa ini sebagai musibah yang tidak terduga. 

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Polisi mengimbau masyarakat, terutama lansia, untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang melibatkan api agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved