Sritex, Perusahaan Tekstil Terbesar di Asia Tenggara yang Dinyatakan Pailit
Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah.
Kontrak yang sama juga dilakukan PT Sritex dengan Angkatan Perang Inggris yang memesan seragam NATO sebanyak 400.000 PS.
Selain itu, Papua Nugini juga memesan seragam polisi sebanyak 50.000 PS pada Sritex. Tak ketinggalan, seragam Kantor Pos Jerman juga memesan sebanyak satu juta PS.
Jika ditotal, hingga saat ini, produk Sritex telah digunakan oleh pasukan militer lebih dari 30 negara.
Bukan hanya militer, produk Sritex juga digunakan pemain mode dunia, seperti Guess dan H&M.
Sementara itu, pada 2001, Sritex berhasil selamat dari krisis moneter yang melanda pada 1998. Perusahaan juga berhasil melipatgandakan pertumbuhan sampai delapan kali lipat dibanding saat pertama kali terintegrasi pada 1992.
Pada 2013, Sritex secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ticker dan SRIL.
Guna mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini mendirikan kantor perwakilan di Jakarta dan dua kantor pemasaran (marketing) masing-masing di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur.
Tidak hanya bidang tekstil, Sritex turut melebarkan sayap bisnisnya di bidang serat rayon. PT Rayon Utama Makmur (RUM) merupakan pabrik serat rayon di bawah Sritex yang berlokasikan di Sukoharjo.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 80 ribu-90 ribu ton serat rayon per tahun, seperti diberitakan Harian Kompas, 27 Oktober 2017.
Namun, PT RUM sempat bermasalah karena limbah cair pabrik membuat sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.
Sritex di bawah bendera Ultra Tech Mining Indonesia pun memiliki pabrik dan eksplorasi batu gamping sebagai bahan baku di Wonogiri, Jawa Tengah.
Jejak Sritex juga tercatat di dunia olahraga Tanah Air. Pendiri Sritex, HM Lukminto bersama dengan Halim Sugiarto mendirikan klub basket Bhinneka Solo pada 1966.
Nama Bhinneka dipilih karena mayoritas pemainnya berasal dari berbagai daerah. Sritex akhirnya menjadi sponsor utama klub ini dari 1999 sampai 2007.
Oleh karena itu, nama klub kemudian berubah menjadi Bhinneka Sritex Solo. Sempat berjaya di awal 2000-an, Bhinneka Sritex Solo bubar pada 2009 karena krisis finansial.
Selain tim basket putra, HM Lukminto juga mengorbitkan Sritex Dragons Enduro, satu-satunya tim basket putri Solo di panggung Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia.
| Hotman Paris Semprot Dakwaan Jaksa di Sidang Sritex: Menguntungkan Negara Kok Disebut Korupsi? |
|
|---|
| Kredit Sritex Janggal:Notaris Ditunjuk sebelum Komite Kredit Bank DKI Menyetujui, Babay Tak Terlibat |
|
|---|
| Hampir Setahun Belum Terima Pesangon dan THR, Eks Buruh Sritex Minta PN Semarang Evaluasi Kurator |
|
|---|
| Merasa Jadi Korban dalam Kasus Pemberian Kredit ke PT Sritex, Babay: Saat Itu untuk Bantu Negara |
|
|---|
| Tahun Berganti, Ribuan Mantan Buruh Sritex Belum Terima Pesangon. Siap Gelar Demo ke Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/SRITEX-PAILIT.jpg)