Berita Cilacap
Kolaborasi "Jaga Bersama" Perkuat Keterampilan Guru dan Nakes untuk Cegah Kanker Serviks di Cilacap
Penyakit kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Penyakit kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI pun sudah melakukan upaya pencegahan, yakni melalui program imunisasi HPV yang diluncurkan sejak tahun 2022.
Imunisasi HPV diberikan kepada anak perempuan berusia 11 dan 12 tahun.
Walaupun terbukti efektif dalam mencegah kanker serviks, akan tetapi sebagian masyarakat masih ragu dan menolak karena kekhawatiran tentang efek samping imunisasi HPV ini.
Adapula alasan keagamaan dan anggapan bahwa imunisasi tidak diperlukan.
Baca juga: Mantan Bupati Pati Sukses Tembus Senayan, Siap Optimalkan Pembangunan Infrastruktur di Dapil
Selain itu, maraknya peredaran hoaks dan misinformasi tentang imunisasi juga turut mengambil andil dalam menimbulkan keragu-raguan masyarakat pada imunisasi.
Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), didukung oleh UNICEF Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap serta Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (Pokja RCCE+), melalui inisiatif "Jaga Bersama" menyelenggarakan Pelatihan Komunikator Kesehatan untuk imunisasi HPV di Kabupaten Cilacap.
Pelatihan digelar dengan tujuan untuk membangun keterampilan komunikasi perubahan perilaku tenaga kesehatan (nakes), guru dan penyuluh kesehatan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk meningkatkan penerimaan masyarakat pada imunisasi menggunakan metode Komunikasi Antar-Pribadi (KAP).
Kegiatan yang diikuti oleh 53 orang peserta ini berlangsung selama dua hari pada 21-22 Oktober 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi menyambut baik kolaborasi "Jaga Bersama" ini untuk dapat meningkatkan capaian imunisasi di Kabupaten Cilacap.
Dia pun mengapresiasi kolaborasi yang diinisiasi UNICEF ini.
Menurut dr. Pramesti dengan adanya pelatihan ini para tenaga kesehatan dna guru di Kabupaten Cilacap akan memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik sehingga dapat membantu meningkatkan minat masyarakat dalam melengkapi imunisasi anaknya.
"Ini pelatihan komunikasi yang sangat luar biasa, tadi saya melihat tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan sangat antusias.
Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu keahlian mereka yang akan disebarluaskan kepada teman-teman lain sehingga komunikasi akan lebih efektif dalam mensosialisasikan imunisasi HPV," ujar dr. Pramesti kepada Tribunbanyumas.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Luhur Satrio Muchsin mengatakan bahwa pihaknya yakni dari sektor pendidikan berkomitmen akan terus mendukung pelaksanaan imunisasi.
Dia pun memastikan anak-anak sekolah baik di sekolah formal maupun informal yang berusia 11 dan 12 tahun akan mendapatkan imunisasi HPV.
Baca juga: Jawaban Raffi Ahmad Soal Kewajibannya Menyetorkan LHKPN ke Negara, Seberapa Kaya?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.