Sabtu, 25 April 2026

Berita Wonosobo

Siswa SMKN 1 Sukoharjo Wonosobo Diajak Gemar Menabung, Cegah Terjerat Pinjol dan Judol

Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo Wonosobo diajak gemar menabung dan bijak mengelola uang agar tak terjerat pinjaman online maupun judi online.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Siswa SMKN 1 Sukoharjo Wonosobo menerima buku tabungan dari BPR BKK Jateng, dalam acara literasi dan inklusi keuangan di sekolah tersebut, Selasa (8/10/2024). Ini merupakan bagian dari mengajak pelajar gemar menabung agar tak terjerat pinjol dan judol. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Siswa SMK Negeri 1 Sukoharjo Wonosobo, Jawa Tengah, diajak gemar menabung dan bijak mengelola uang agar tak terjerat pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol).

Gerakan ini digiatkan sekolah tersebut lewat pendidikan literasi dan inklusi keuangan kepada siswa.

Dalam kegiatan ini, mereka menggandeng BPR BKK Jateng.

"Gerakan menabung ini berdasarkan imbauan gubernur, anak-anak dicoba bisa rajin menabung agar di masa depan dapat mengelola keuangan secara baik," kata Imam dalam acara literasi dan inklusi keuangan di sekolah tersebut, Selasa (8/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, ada 346 siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Sukoharjo yang mengawali membuka rekening tabungan di BPR BKK Jateng.

Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda) Koesnanto menjelaskan, BPR BKK Jateng mempunyai gerakan moral 'Ayo Menabung di BKK Jateng'.

"Satu di antara kegiatannya adalah 'Sabuk', itu filosofinya adalah mengeratkan ikat pinggang, satu siswa satu buku rekening," ucapnya.

Baca juga: 4 Rumah di Kertek Wonosobo Rusak Tertimpa Pohon Beringin Roboh

Menurutnya, gerakan ini bagian dari mengajak generasi emas Bangsa Indonesia menjaga mentalitasnya lewat budaya hidup hemat dan bisa merencanakan masa depan secara baik.

"Gerakan Ayo Menabung di BKK Jateng menjadi suatu pencanangan nasional, terutama otoritas bagaimana anak muda melek keuangan dan bisa memerangi judi online dan pinjol," ungkapnya.

Benteng Pinjol dan Judol

Gerakan ini mendapat apresiasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Korwil IX, Nikmah Nurbaity.

Menurut Nikmah, kecerdasan yang harus dimiliki siswa, di antaranya soal literasi keuangan, baik terkait bagaimana mendapatkan uang dan mengelolanya secara baik.

Menurutnya, pendidikan literasi keuangan sangat penting dan akan menjadi bekal bagi siswa setelah lulus sekolah, baik yang akan melanjutkan pendidikan ataupun berwirausaha.

"Alhamdulillah, hingga saat ini, di wilayah saya belum ada laporan anak-anak terjerat pinjol, judol, mudah mudahan tidak ada. Literasi keuangan itu materi dasar yang wajib diajarkan kepada siswa," ucapnya.

Baca juga: Gegara Saling Melotot, Sejumlah Remaja Gelut di Alfamart Mendolo Wonosobo

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, literasi dan inklusi keuangan merupakan bentuk sinergi antara dunia usaha dengan sekolah.

Kegiatan ini merupakan upaya mendorong anak-anak bisa hidup sederhana dan berhemat lewat manajemen keuangan yang baik, di tengah maraknya pinjol dan judi online. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved