Berita Banyumas
RS Hermina Purwokerto Beberkan Strategi Rujukan Pasien, Tantangan dan Solusi di IGD, ICU dan NICU
Agenda seminar adalah penjelasan mengenai pentingnya strategi rujukan yang efektif dalam konteks IGD, ICU, dan NICU.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Atau pasien ketika diajak bicara sudah mulai tidak nyambung, maka harus segera dirujuk.
"Jangan menunggu lama-lama lagi atau kalau sudah sakit atau apa biasanya masyarakatnya dikerokin dulu atau apa, kalau udah gak enakan baru ke rumah sakit jangan gitu kan kita sudah ada fasilitas BPJS juga ya," katanya.
Baca juga: Tiba di Indonesia, Penjagaan Timnas Diperketat, Perlakuan Berbeda dengan Tim Australia
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, dr. Putra Achasanal Hudha mengatakan, target peserta kegiatan ini sebenarnya 150.
"Cuman kemarin karena ada keterbatasan pembukaan akun di Kemenkes, jadi untuk peserta sejauh ini sudah memenuhi target kami," jelasnya.
dr. Tommy Sp.EM, MMRS (Spesialisasi Emergency Medicine), yang praktik di RS Hermina Purwokerto mengatakan, pasien membutuhkan pelayanan yang paripurna di instalasi gawat daruratnya ataupun di intensifnya.
Namun seringkali harapan pasien ingin mendapatkan pelayanan yang paripurna ini seringkali terkendala dengan fasilitas antar rumah sakit yang tentunya tidak seragam.
Ada level rumah sakit yang fasilitasnya sangat lengkap sekali, tapi juga ada rumah sakit dengan fasilitas penunjang yang minimal.
Sehingga dibutuhkan sistem rujukan.
Sistem rujukan ini nantinya harus berbasis pada patient center care.
Untuk menghasilkan suatu rujukan antar FasYanKes yang bermutu, maka dibutuhkan ada 6 tahap.
Adapun 6 tahap itu dimulai dari adanya koordinasi dan komunikasi antar fasyankes, baik dari fasyankes asal maupun fasyankes yang mau dituju.
Salah satunya, misal di Hermina Purwokerto adalah dengan menggunakan SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu).
Selain itu, persiapan dari pasien tentunya harus clear untuk di airway, breathing, dan sirkulasi. Tak kalah penting persiapan personel pendampingnya, kemudian transportasi.
Baca juga: Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang, Provinsi Jateng Terbitkan Pergub
"Persiapan untuk kejadian selama merujuk, dan yang terakhir tentunya juga adalah dokumentasi. Ini yang kita tidak boleh lupakan selama proses rujukan itu berlangsung," terangnya.
Ia berharap seminar yang diadakan oleh Herimina Purwokerto, ini mampu menciptakan suatu sistem rujukan yang tangguh dengan berbagai materi yang ada sehingga bisa berbasis patient safety di wilayah Banyumas khususnya. (jti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.