Universitas Terbuka Purwokerto

Sentra Layanan UT Hadir, Mudahkan Mahasiswa Raih Kesuksesan Belajar di UT Purwokerto

Universitas Terbuka Purwokerto melakukan survei kepada kelompok belajar Wijaya Kususma di Adipala, Cilacap, Senin (26/8/2024).

Penulis: Rustam Aji | Editor: rika irawati
Universitas Terbuka Purwokerto
Sentra Layanan UT Purwokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto melakukan survei kepada kelompok belajar (Pokjar) Wijaya Kususma di Adipala, Cilacap, Senin (26/8/2024).

Survei ini dalam rangka menuju transformasi menjadi Sentra Layanan UT atau SALUT.

Direktur UT Purwokerto Dr Prasetyarti Utami beserta tim melakukan survei terkait kelayakan Pokjar yang ingin tetap memberikan layanan kepada mahasiswa atau calon mahasiswa UT, melalui proses transformasi menjadi SALUT. 

SALUT merupakan mitra atau resmi UT dalam memberikan layanan kepada mahasiswa atau calon mahasiswa di bidang administrasi akademik.  

SALUT berfungsi mendekatkan dan memudahkan akses layanan kepada mahasiswa, calon mahasiswa, atau masyarakat, terkait dengan UT, semisal soal registrasi, sistem pembelajaran, RPL (rekognisi pembelajaran lampau) atau alih kredit, dan kegiatan lain.

"SALUT yang akan didirikan harus didukung lokasi strategis yang dapat dijangkau mahasiswa atau calon mahasiswa dengan transportasi umum, listrik yang memadai, tersedia tempat atau halaman parkir, ada ruang layanan administrasi akademik, dan tersedia komputer serta jaringan internet yang mencukupi," kata Prasetyarti.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, UT Purwokerto Survei Pokjar Menuju Sentra Layanan UT

Prasetyarti mengatakan, sesuai tagline UT "Making Higher Education Open to All", UT ingin memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dimanapun berada untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi serta menjangkau yang tidak terjangkau.

"Dan sesuai dengan tujuan Universitas Terbuka, untuk memberikan layanan ke pelosok kabupaten/kota lewat pelayanan prima kepada mahasiswa, calon mahasiswa, atau masyarakat umum maka pokjar wajib bertransformasi menjadi SALUT," imbuhnya. 

Prasetyarti menyampaikan bahwa UT merupakan pilihan yang tepat bagi masyarakat dalam menempuh pendidikan tinggi.

Baca juga: Berlatih dan Mengenal Konsep Belajar Mandiri, 256 Mahasiswa Baru UT Purwokerto dari Tegal Ikuti OSMB

Hal ini karena UT memiliki sistem pembelajaran fleksibel, biaya terjangkau, dan jaminan kualitas yang terbukti mampu menciptakan lulusan yang kompeten. 

Dia menambahkan, meskipun sudah menjadi PTN BH sejak 2023, UT berkomitmen mempertahankan biaya pendidikan yang sangat terjangkau bagi masyarakat. 

"Di tengah isu mahalnya UKT, UT yang tanpa uang gedung menawarkan fasilitas pembelajaran terbaik bagi masyarakat, lewat biaya termurah, bahkan hanya dengan menabung Rp8000 per hari, setiap masyarakat lulusan SMA sederajat maupun Paket C bisa kuliah di UT," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved