Berita Kendal

Cukup Bawa Botol, Cara Beli Minyak Goreng di Pomindo Kendal Mirip di SPBU. Beli Rp500 Tetap Dilayani

Warga Kendal, kini bisa membeli minyak goreng curah secara eceran, bahkan meski hanya Rp500.

TRIBUNBANYUMAS/AGUS SALIM
Sekretaris Daerah Kendal Sugiono (pakai blangkon) menjajal pengoperasian Pomindo layaknya mengisi bensin di depo Pomindo Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (13/7/2024). Di Pomindo ini, warga bisa membeli minyak goreng eceran minimal Rp500. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Warga Kendal, Jawa Tengah (Jateng) kini bisa membeli minyak goreng curah secara eceran, bahkan meski hanya Rp500.

Hal ini bisa dilakukan di POM Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, yang diresmikan Sabtu (13/7/2024).

Penjualan minyak goreng di Pomindo Kebonharjo ini menggunakan sistem operasional mirip SPBU bahan bakar minyak (BBM).

Pomindo Kebonharjo hadir berkat kerja sama PT Parama Artha Buawana, sebuah perusahaan swasta yang ikut memasok distribusi minyak, bersama investor kemitraan Depo Pomindo Kendal.

Direktur Utama PT Parama Artha Buwana Yaya Sumantri mengatakan, sistem penjualan minyak goreng berbasis kemitraan ini sudah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. 

Layaknya SPBU, Pomindo juga menjual minyak goreng berbagai kualitas. Meski begitu, harga yang dipatok tetap tetap mengacu Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Minyak yang kami jual sangat berkualitas dan dengan harga yang terjangkau," kata Yaya dalam acara. 

Baca juga: Kantongi Rekomendasi Nasdem, Pasangan Mirna-Riki Siap Maju di Pilkada Kendal

Owner Depo Pomindo Kendal, Budi Santoso menargetkan, Pomindo hadir di seluruh desa di Kendal.

Pihaknya membuka sistem kemitraan yang memungkinkan warga membuka usaha Pomindo ini.

Warga yang berminat cukup menyediakan KTP, Surat Keterangan Usaha (SKU), dan membayar uang muka sebesar 50 persen dari total investasi Rp45 juta.

"Semua lapisan bisa menjalin kemitraan, tapi ini hanya untuk satu desa punya satu outlet. Takutnya nanti sikut-sikutan."

"Mau punya usaha warung atau apapun, ini bisa jadi investasi panjang, bisa mencapai Rp45 juta. Dan kalau yang per bulan lancar, bisa lebih," terangnya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pihaknya membuka lebih dari satu outlet di masing-masing desa. Tergantung tingkat kepadatan penduduk dan luas wilayah. 

"Bisa sampai dua atau tiga titik jika jumlah penduduk banyak, atau mungkin jarak antar desa sangat jauh yang membuat kesulitan suplainya," sambung Budi.

Dia menjelaskan, minyak goreng yang disediakan Pomindo memiliki kualitas CP 10 dan lebih bagus daripada yang dijual di pasaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved