Senin, 4 Mei 2026

Berita Semarang

Dua Wasit Terluka saat Kericuhan Tarkam Piala Bupati Semarang, Libatkan Pemain Liga 1

Dua wasit menjadi sasaran amuk massa di tarkam Piala Bupati Semarang di Desa Bener, Tengaran, Kabupaten Semarang. Ada pemain Liga 1 yang terlibat.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Istimewa/tangkapan layar video warga
Kericuhan di tengah pertandingan tarkam sepak bola di Lapangan Pule, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (2/6/2024) sore. Kericuhan ini mengakibatkan dua wasit terluka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dua wasit menjadi sasaran amuk massa saat turnamen antar kampung (tarkam) sepak bola Piala Bupati Semarang di Lapangan Pule, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2024) sore.

Baku hantam ini dikabarkan melibatkan sejumlah pemain profesional yang bahkan masih aktif di Liga 1.

Akibat kejadian ini, dua wasit terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Aksi baku hantam itu awalnya terjadi antar pemain. Suasana menjadi semakin riuh ketika penonton ikut masuk ke dalam lapangan.

Bahkan, tampak seorang warga melempar kursi ke keramaian.

Baca juga: Sepak Bola Tarkam Ketua DPRD Cup Kota Tegal Ricuh, Wasit Luka di Pelipis

Kapolsek Tengaran AKP Supeno menyebutkan, pihaknya berupaya mengamankan situasi dan mengevakuasi wasit.

"Dari pihak Polri dan TNI mengamankan wasit ke luar lapangan dan mengantarkan ke RST dr Asmir Salatiga."

"Setelah itu, dari Polsek melakukan mediasi kedua belah pihak namun belum ada titik temu. Selain itu juga wasit masih di rumah sakit," kata dia, Senin (3/6/2024).

Kedua wasit yang dilarikan ke rumah sakit yaitu Hadi Suroso atau yang kerap dikenal Hadi Bola, serta Ridwan Prayitno.

Hadi yang merupakan anggota TNI tersebut mengalami luka memar di punggung bawah sebelah kiri.

Sedangkan Ridwan, sebagai asisten wasit, mengalami sesak di dada, kepala pusing, dan mual.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Semarang AKP Pri Handayani mengatakan, imbas kerusuhan itu, laga dihentikan sementara waktu.

Terdapat juga informasi para pemain dan pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan atau pengeroyokan dilaporkan ke polisi.

Namun, Pri Handayani mengatakan, pihaknya belum menerima laporan.

"Dari pihak Polres Semarang, sampai saat ini, belum menerima laporan," kata AKP Pri Handayani.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved