Jumat, 24 April 2026

Berita Banjarnegara

Anak-anak Punk Banjarnegara Berlatih Membuat Ayam Crispy, Ingin Buka Usaha Terkendala Modal

pelatihan keterampilan semacam ini penting agar mereka mendapatkan alternatif matapencaharian untuk nafkah keluarga. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Pelatihan pembuatan ayam crispy untuk anak punk di TPQ Baitunnur Mandiraja Kulon, Banjarnegara 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA- Anak-anak jalanan atau punk kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.  Jangankan diperhatikan nasibnya, mereka justru kerap mendapat stigma di masyarakat. 

 

Banyak yang menginginkan mereka sadar atau meninggalkan kehidupan yang keras di jalan. Tapi sayangnya, itu tidak dibarengi dengan solusi konkrit terhadap permasalahan hidup mereka. 


Di antaranya perihal mata pencaharian. Ustaz Imam Hambali, warga Desa Mandiraja Kulon Banjarnegara satu di antara mereka yang peduli terhadap nasib anak jalanan. 


Ia bukan hanya menanamkan pendidikan agama kepada anak jalanan. Namun juga memikirkan masa depan mereka dari sisi kesejahteraan. 


Beberapa waktu lalu, ia mengumpulkan anak jalanan di Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga untuk berlatih keterampilan. 

Baca juga: Profil Imam Hambali, Penyuluh Agama Islam di Banjarnegara yang Dicintai Preman


Ia dibantu seorang pengusaha ayam Crispy asal Grobogan, Misbahul Fuad untuk membekali anak jalanan soal kewirausahaan. 


Di masjid Baitunnur Desa Mandiraja Kulon, anak-anak jalanan bersama para mualaf dan duafa antusias mengikuti pelatihan. 


Fuad yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Surakarta Jawa Tengah memanfaatkan waktu liburannya untuk membantu anak jalanan di Banjarnegara. 


Ia rela menghibahkan waktu, tenaga hingga biaya untuk membantu anak jalanan agar bisa mandiri. 


"Usaha ayam crispy ini masih prospek, " katanya


Anak-anak jalanan pun antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan ayam crispy. Mereka juga mencatat setiap langkah dan bahan untuk membuat ayam crispy. 


Makan bersama Ayam Crispy yang berpadu dengan sambal bawang menjadi penutup acara pelatihan tersebut.  Setiap peserta lahap menikmati sajian yang mereka buat sendiri.


Fuad berharap, anak-anak jalanan yang sudah dibekali keterampilan ini bisa membuka usaha mandiri selepas pelatihan. 


Hanya memang, butuh perhatian atau kolaborasi dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah untuk memberikan stimulus modal usaha rintisan kepada mereka. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved