Jumat, 5 Juni 2026

Berita Jateng

Beredar Pesan Berantai Tambal Ban Online Gratis Bagi Pemudik, Ini Faktanya!

Di hari ketiga puasa Ramadan 2024, sudah ramai pesan berantai terkait tambal ban online yang melayani pemudik atau masyarakat secara gratis.

Tayang:
ist/dok pribadi
Tambal ban keliling di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. (ilustrasi) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO – Di hari ketiga puasa Ramadan 2024, sudah ramai pesan berantai terkait tambal ban online yang melayani pemudik atau masyarakat secara gratis.


Dalam pesan tersebut tertulis masyarakat yang ingin mudik di daerah Kota Solo, Magelang, Jogja, apabila mengalami masalah pada ban mobilnya di wilayah Solo Raya, sudah disiapkan Pemkot Solo tukang tambal ban online.


"Pemkot Surakarta resmi meluncurkan 6 motor tambal ban berbasis online dinamakan Ngrekso Ban Kempes ra perlu mumed saiki" tulis dalam pesan berantai itu.


Pembuat pesan tersebut juga menyertakan keenam nomor kontak dan nama. Dengan embel-embel gratis, tentunya pesan ini sangat menarik bagi pembaca apabila ban kendaraannya kempes di jalan.

Baca juga: 6 Kabupaten/ Kota di Jateng Dilanda Banjir, Mana Saja?


Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi menegaskan pesan berantai tersebut tidaklah benar. Heru mengatakan seluruh pelayanan tambal ban online berbayar.


"Semua berbayar ya, tidak gratis," kata Heru saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Kamis (14/3/2024).


Heru mengatakan kala itu, Pemkot Solo memang meluncurkan tambal ban online pada masa kepemimpinan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo pada 2018


Untuk diketahui, motor tambal ban online ini merupakan bagian dari penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di pinggir jalan.

Baca juga: Fakta Baru Terungkap, Pelanggaran Pemilu Komisioner KPU Wonosobo, Ada Kode Apotek - Vitamin


Harapannya perlengkapan tambal ban nantinya dapat dibawa pulang dan tidak membuat jalanan kota terlihat kotor.


Heru mengatakan dari enam motor tambal ban online itu, ada yang masih aktif, namun ada pula yang sudah tidak aktif. Nomor yang tertera pun tidak dapat dihubungi.
 
"(Peluncuran) Sudah lama, sejak zamannya Pak Rudy Wali Kotanya. Itu konsep Ngrekso Ratan dulu, ada yang masih aktif ada yang di hubungi nomornya tidak bisa," tutupnya. (uti)

 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved