Jumat, 24 April 2026

Berita Batang

Air Muara Sungai Sono Batang Berwarna Hitam Pekat, Diduga Tercemar Limbah Pabrik Tekstil

Warga yang tinggal di sekitar Pantai Sigandu-Ujungnegoro, Kabupaten Batang, mengeluhkan pencemaran air yang mengalir ke muara Sungai Sono.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Air muara Sungai Sono Batang berwarna hitam akibat pencemaran limbah, Senin (5/2/2024). Pencemaran sungai itu diduga berasal dari pabrik tekstil yang ada di sepanjang aliran Sungai Sono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Warga yang tinggal di sekitar Pantai Sigandu-Ujungnegoro, Kabupaten Batang, mengeluhkan pencemaran air yang mengalir ke muara Sungai Sono.

Pencemaran air berwarna hitam pekat ini diduga bersumber dari limbah pabrik tekstil.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang yang mendapat laporan dari warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Namun, mereka belum bisa memastikan sumber dan bahaya dari air limbah tersebut.

DLH baru memeriksa kemungkinan kebocoran pembuangan limbah dari pabrik tekstil Sukoreintex.

"Kami sudah cek ke lokasi pembuangan air limbah milik Sukoreintex, salah satu pabrik tekstil di sini, tapi kondisinya normal."

"Jadi, kami belum bisa buktikan air itu dari mana," tutur Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Batang, M Taufik Kurnianto, Senin (5/2/2024).

Baca juga: Batang Punya Sentra Durian yang Wajib Dikunjungi, Tawarkan Durian Lokal Jenis Kawe hingga Milky

Menurutnya, di sepanjang aliran Sungai Sono, ada tiga pabrik tekstil besar, yaitu Primatexco, Sukoreintex, dan Mafahtex.

Selain itu, ada juga perusahaan mi yang berada di dekat sungai.

Semua pabrik tersebut memiliki izin pembuangan air limbah yang sesuai standar baku mutu.

Tak Punya Anggaran Uji Lab

Namun, untuk memastikan kualitas air limbah tersebut, DLH Batang membutuhkan uji laboratorium dari sampel air di muara Sungai Sono.

Baca juga: Atlet Panjat Tebing Batang Siap Ramai-ramai Mundur dan Pindah Kabupaten Jika FPTI Dibekukan

Sayangnya, DLH Batang tidak memiliki anggaran untuk melakukan uji lab tersebut.

"Kami memang seharusnya melakukan uji lab tapi kami tidak punya anggaran untuk itu."

"Kebijakan pimpinan nanti bagaimana untuk pengujian," imbuhnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved