Berita Cilacap
Pemkab Lebak Banten Belajar Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar di Cilacap
Pemerintah Kabupaten Cilacap pada Rabu (31/1) kemarin menerima kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pemerintah Kabupaten Cilacap pada Rabu (31/1) kemarin menerima kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Rombongan yang dipimpin Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan itu sengaja datang ke Cilacap untuk mempelajari pengelolaan sampah terpadu dengan metode RDF.
Kedatangan rombongan Pemkab Lebak tentunya disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Pj Bupati Awaluddin didampingi para Asisten dan juga Sekda menerima kedatangan rombongan Pemkab Lebak di Ruang Gadri Pendopo Bupati Cilacap.
Dalam kesempatan itu Pj Bupati Awaludin menjelaskan bahwa TPST RDF sendiri merupakan hasil dari kerja gotong royong semua pihak dengan semangat sama.
Baca juga: Bupati Tegal Umi Azizah Beri PR ke Penggantinya, Tingkat Pengangguran Terbuka 8,6 Persen
Menurutnya, tempat pengolahan sampah tersebut sekarang telah menuai hasil atau manfaat berkat kerjasama banyak pihak, mulai dari perencanaan hingga berdiri dan tentu saja pengelolaan seperti sekarang.
TPST RDF merupakan hasil kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, yaitu PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).
Selain itu, Pemkab Cilacap juga mendapatkan dukungan bantuan dari pemerintah Denmark berupa hibah peralatan RDF antara lain mesin pencacah dan pengeringan sampah dengan teknologi bio membran.
"Untuk bangunan komplek RDF, Pemkab Cilacap mendapatkan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sedangkan untuk akses jalan mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," jelas Pj Bupati.
Diungkapkan Awaluddin bahwa dalam saat ini TPST RDF mampu mengolah sampah hingga 120 ton per hari.
Dari 120 ton sampah tersebut diketahui mampu menghasilkan RDF sebanyak 30-40 ton per hari dengan kadar air yang rendah.
Adapun RDF yang dihasilkan itu kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik semen.
"Saat ini Kabupaten Cilacap menjadi daerah percontohan dan banyak daerah di luar Cilacap menimba ilmu tentang bagaimana seharusnya sampah diolah dan menjadikan nilai tambah," ujarnya.
Sementara itu, Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan mengatakan pihaknya sengaja berkunjung ke Kabupaten Cilacap untuk menggali informasi terkait proses pengelolaan sampah terpadu dengan RDF.
Ia juga ingin menerapkan suatu kebijakan pengolahan sampah bersifat linear menjadi sirkuler ekonomis seperti di Cilacap.
Baca juga: Mahfud MD Pecat Lima Staf Khusus di Akhir Jabatannya, Imbas Mundur dari Menko Polhukam
Terlebih kata Iwan di Kabupaten Lebak saat inu juga terdapat pabrik semen merah putih yang siap menerima produk RDF sebagai pengganti bahan bakar batu bara.
Namun apabila dibandingkan Kabupaten Cilacap, produksi sampah Kabupaten Lebak relatif kecil yakni berkisar 100 ton per hari.
"Namun dengan jumlah penduduk 1,4 juta, jika tidak ditangani dengan baik akan ada penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Maka, perlu langkah strategis terkait hal itu," kata Iwan.
Pada kesempatan itu rombongan Pemerintah Kabupaten Lebak mendapatkan penjelasan terkait operasional RDF yang disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Cilacap, M. Wijaya.
Usai melakukan audiensi dengan Pemkab Cilacap, rombongan Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan kunjungan lapangan ke TPST RDF di Kecamatan Jeruklegi untuk mengetahui bagaimana operasional di pabrik tersebut. (pnk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Pemkab-Lebak-kunker-Cilacap-sampah.jpg)