Liga 2

PSSI Jateng Sesalkan Kericuhan di Laga PSCS Cilacap vs Persekat di Liga 2

Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi meminta agar semua pelaku sepakbola di Jawa Tengah menciptakan sepakbola yang kondusif dan sportif.

Franciskus Ariel/TribunBanyumas.com
Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi menyesalkan kericuhan suporter di laga PSCS Cilacap kontra Persekat Tegal di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (22/1/2024). Yoyok menegaskan agar tim di Jawa Tengah agar bisa kondusif dan sportif. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Asprov PSSI Jateng menyesalkan kericuhan suporter hingga masuk lapangan di laga PSCS Cilacap kontra Persekat Tegal pada playoff degradasi Liga 2, Senin (22/1/2024).

Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi meminta agar semua pelaku sepakbola di Jawa Tengah menciptakan sepakbola yang kondusif dan sportif.

“Sampai kapan penyerangan terhadap tim lawan seperti ini harus dilakukan?

Baca juga: Menang 1 - 0, Misi Balas Dendam PSCS Cilacap Atas Kekalahan dari Persekat Tegal Pekan Lalu Terwujud

Oknum suporter PSCS Cilacap turun ke lapangan dan mencoba menyerang pemain Persekat Tegal di akhir laga pekan keempat babak playoff degradasi Liga 2 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (22/1/2024). Tidak hanya itu, bus pemain Persekat juga diserang sehingga pemain dan ofisial serta pelatih turun dari bus. Belum diketahui penyebab kericuhan ini.
Oknum suporter PSCS Cilacap turun ke lapangan dan mencoba menyerang pemain Persekat Tegal di akhir laga pekan keempat babak playoff degradasi Liga 2 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (22/1/2024). Tidak hanya itu, bus pemain Persekat juga diserang sehingga pemain dan ofisial serta pelatih turun dari bus. Belum diketahui penyebab kericuhan ini. (tangkapan layar video)

Tidak seharusnya apa yang terjadi di lapangan dibawa sampai selesai pertandingan apalagi sampai terjadi teror di luar stadion.

Ayo benahi sepak bola Jawa Tengah.

Podo Jawa Tengah e iseh sedulur (sama-sama Jawa Tengah masih saudara).

Rivalitas hanya 90 menit, selebihnya kita semua bersaudara dan ke depankan sikap sportifitas semua elemen pertandingan”, ujarnya.

Baca juga: Pemain Kalteng Putra Tak Mau Bertanding, Keuntungan PSCS Cilacap dan Persekat?

Dalam pertandingan tersebut, tuan rumah PSCS menang tipis 1-0 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Wijayakusuma, Cilacap sore pukul 15.00 WIB.

Namun demikian, kemenangan pasukan Hiu Selatan tercederai aksi suporter yang masuk ke lapangan pada akhir pertandingan.

Sejumlah suporter dari Tribun Utara masuk ke lapangan dan mencoba menyerang pemain Persekat yang hendak masuk ke ruang ganti di akhir laga.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kericuhan di Akhir Laga PSCS Cilacap vs Persekat, Pemain dan Bus Tegal Diserang

Striker PSCS Cilacap, Rafael Rodgrigues atau Rafinha dikurung dua pemain Persekat Tegal, M Farhan dan Adhe Owen pada laga putaran kedua playoff degradasi Liga 2 yang berlangsung di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (22/1/2024) sore.
Striker PSCS Cilacap, Rafael Rodgrigues atau Rafinha dikurung dua pemain Persekat Tegal, M Farhan dan Adhe Owen pada laga putaran kedua playoff degradasi Liga 2 yang berlangsung di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (22/1/2024) sore. (ist/dok PSCS)

Tidak hanya itu, bus Persekat juga diserang oknum yang tidak bertanggung jawab.

Saat bus diserang, sejumlah pemain, ofisial, dan pelatih pun keluar bus dan memburu oknum perusak bus.

Video kericuhan kedua kesebelasan tersebut pun viral di media sosial.

Berdasarkan informasi berbagai sumber, meskipun menang, emosi supporter PSCS sempat terpantik saat pemain Persekat hendak menyerang ballboy.

Pemain Persekat emosi karena ballboy dinilai mengulur waktu.

Bola di tangan ballboy tidak dilempar ke pemain Persekat saat bola keluar atau out, padahal pemain Persekat memburu waktu karena berada di penghujung pertandingan. (*)

Baca juga: SUSUNAN Pemain PSCS Cilacap vs Persekat Tegal, Jessie Ubah Formasi

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved