Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bisnis

Pabrik Sepatu Baru di Tegal Butuh 45 Ribu Tenaga Kerja

Peletakan batu pertama atau ground breaking perusahaan ekspor pembuat sepatu olahraga PT Adonia Footwear Indonesia (AFI).

Tayang:
ist/dok pemkab tegal
Bupati Tegal, Umi Azizah menghadiri ground breaking pabrik sepatu berdaya serap 45 ribu tenaga kerja, Senin (4/12/2023). Pabrik sepatu PT Adonia Footwear Indonesia (AFI) di bawah bendera Huali Industrial Group Taiwan, berdiri di wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pabrik alas kaki atau sepatu olahraga bakal dibangun di di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Perusahaan ini bakal membutuhkan sebanyak 45 ribu tenaga kerja untuk operasionalnya.

Peletakan batu pertama atau ground breaking perusahaan ekspor pembuat sepatu olahraga PT Adonia Footwear Indonesia (AFI) di bawah bendera Huali Industrial Group Taiwan ini dilakukan Bupati Tegal, Umi Azizah, Senin (4/12/2023) lalu.

Baca juga: Bupati Tegal: Investasi Sektor Manufaktur Masih Terbuka

Berdiri di atas lahan seluas 46 hektare, Huali Industrial Group merupakan produsen sepatu olahraga terbesar kedua di dunia yang pada 2022 lalu memproduksi 221 juta pasang sepatu dengan brand ternama seperti Converse, Nike, Vans, Reebok, Lululemon, Hoka One One, Under Armour, Puma, On, Asics, New Balance, Cole Haan, Altra, dan Opposed.

Adapun pabrik sepatu PT AFI di Kabupaten Tegal ini menanamkan nilai investasi USD220 atau Rp3,3 triliun.

Ini merupakan pabrik ketiga dari rencana lima pabrik yang akan dibangun di Indonesia. 

Pabrik pertama ada di Desa Yomani, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Baca juga: Bersama Bursa Efek Indonesia, SimInvest Resmikan Galeri Investasi di Unsoed Purwokerto

Sedangkan pabrik kedua di Kabupaten Pemalang. 

Sementara, pabrik keempat dan kelima rencananya juga akan dibangun di Kabupaten Tegal.

Bupati Umi Azizah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Huali Industrial Group dan jajaran direksi PT Adonia Footwear Indonesia yang telah memercayakan investasi usahanya di Kabupaten Tegal

Menurutnya, ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Tegal terkait peluang investasi, terutama di sektor industri manufaktur yang masih terbuka luas.

Sekaligus pula menjadi indikasi daerah yang sangat terbuka dengan investasi.

Sikat Pungli dan Gratifikasi

Proses perizinan di Kabupaten Tegal bisa dipastikan mudah, cepat dan pasti, sepanjang prosedurnya ditempuh dan kelengkapan persyaratannya dipenuhi.

Baca juga: Kisah Sukses Pengusaha Rambut di Purbalingga Ekspor ke Eropa, Berbahan Rambut Asli Manusia

“Saya pastikan perizinannya di sini, di level pemerintah daerah terbebas dari praktik pungli ataupun gratifikasi,” kata Umi, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbanyumas.com, Sabtu (23/12/2023). 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved