Rabu, 22 April 2026

Berita Bisnis

Bupati Tegal: Investasi Sektor Manufaktur Masih Terbuka

Ketersediaan lahan industri ini menjadikan Kabupaten Tegal sangat prospektif sebagai daerah tujuan investasi.

IST
Ilustrasi aktivitas buruh di perusahaan alas kaki. Bupati Tegal, Umi Azizah menuturkan, peluang investasi di Kabupaten Tegal terutama di sektor industri manufaktur masih sangat terbuka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Bupati Tegal, Umi Azizah menuturkan, peluang investasi di Kabupaten Tegal terutama di sektor industri manufaktur masih sangat terbuka. 

Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan industri yang masih sangat luas, terutama di kawasan peruntukan industri di wilayah Pantura yang mencakup Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja.

Sedangkan wilayah di selatan Kabupaten Tegal misalnya di Kecamatan Lebaksiu dan Margasari.

Baca juga: Bersama Bursa Efek Indonesia, SimInvest Resmikan Galeri Investasi di Unsoed Purwokerto

Ketersediaan lahan industri ini menjadikan Kabupaten Tegal sangat prospektif sebagai daerah tujuan investasi.

Realisasi capaian investasi di Kabupaten Tegal sejak Januari hingga September 2023 mencapai Rp1,54 triliun atau 96,12 persen, dari target yang direncanakan senilai Rp1,6 triliun. 

"Laporan nilai investasi tersebut bersumber dari Laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepanjang triwulan tiga," kata Umi Azizah dalam keterangan tertulis kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (23/12/2023).

Adapun rinciannya antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp459,4 miliar, penanaman modal asing (PMA) senilai Rp956,48 miliar, dan usaha mikro kecil (UMK) senilai Rp122,53 miliar.

Baca juga: Anggota DPRD Kota Tegal Jadi Korban Penipuan, Dana Investasi Proyek City Walk Ditilep Kontraktor

Selain kondusifitas wilayahnya yang terjamin, komposisi penduduk usia produktif di Kabupaten Tegal yang mencapai 69,7 persen, menjadi potensi dasar ketersediaan sumber daya manusia dan tenaga kerja dengan upah minimal kabupaten (UMK) yang bersaing di kisaran Rp 2 juta per bulan, dengan rata-rata kenaikannya 4,8 persen per tahun.

Sedangkan ketersediaan infrastruktur jaringan energi, air bersih dan jalan menjadi faktor penunjang penting yang sudah disiapkan sebelumnya, termasuk konektivitasnya dengan jaringan jalan tol Pejagan-Pemalang.

Sementara bagi pelaku usaha industri berbasis logam, Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah menyediakan lingkungan industri kecil (LIK) Takaru di lintas jalan pantura, tepatnya di Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat.

Baca juga: Raih Berbagai Penghargaan Bidang Investasi, Ganjar Buktikan Jateng sebagai Surga Penanaman Modal

Perizinan Bebas Pungli

Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP) Satya Dahayu sebagai sentra pelayanan terpadu.

"Di sini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal, telah menggunakan sistem layanan terintegrasi secara elektronik online single submission risk based approach atau OSS-RBA.

Layanan ini ditunjang layanan inovatif lainnya seperti layanan antar izin gratis (Laris), pembayaran retribusi persetujuan bangunan gedung secara elektronik (e-PBG), hingga klinik layanan konsultasi prospek bisnis," jelas Umi. 

Umi pun memastikan perizinan di level pemerintah daerah terbebas dari praktik pungli ataupun gratifikasi. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved